Profil Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo Subianto yang Jarang Diketahui Publik
Kamis, 13 Maret 2025 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
Pendidikan Hashim dimulai di Eropa, di mana ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Universitas Pomona, California, Amerika Serikat, dengan fokus pada bidang Politik dan Ekonomi.
Dalam kehidupan pribadinya, Hashim menikah dengan Anie Hashim dan dikaruniai tiga orang anak: Aryo, Rahayu Saraswati, dan Indra. Putra sulungnya, Aryo Djojohadikusumo, mengikuti jejak ayahnya dalam dunia politik dan pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra.
Baca juga: Kejar 300 Pengusaha Nakal Tanpa NPWP, Hashim Sebut Potensinya Rp300 Triliun
Sebagai pengusaha, Hashim memulai kariernya sebagai analis keuangan di sebuah bank investasi Prancis. Ia kemudian menjadi direktur Indo Consulting dan berhasil mengakuisisi PT Semen Cibinong melalui perusahaannya, PT Tirta Mas.
Investasinya meluas ke sektor perbankan dengan kepemilikan saham di Bank Niaga dan Bank Kredit Asia, menjadikannya seorang konglomerat.
Krisis finansial Asia pada tahun 1998 membuat Hashim tinggal di London selama sembilan tahun untuk fokus pada bisnisnya. Selama periode tersebut, usahanya berkembang dan merambah ke berbagai sektor.
Dalam kehidupan pribadinya, Hashim menikah dengan Anie Hashim dan dikaruniai tiga orang anak: Aryo, Rahayu Saraswati, dan Indra. Putra sulungnya, Aryo Djojohadikusumo, mengikuti jejak ayahnya dalam dunia politik dan pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra.
Baca juga: Kejar 300 Pengusaha Nakal Tanpa NPWP, Hashim Sebut Potensinya Rp300 Triliun
Sebagai pengusaha, Hashim memulai kariernya sebagai analis keuangan di sebuah bank investasi Prancis. Ia kemudian menjadi direktur Indo Consulting dan berhasil mengakuisisi PT Semen Cibinong melalui perusahaannya, PT Tirta Mas.
Investasinya meluas ke sektor perbankan dengan kepemilikan saham di Bank Niaga dan Bank Kredit Asia, menjadikannya seorang konglomerat.
Krisis finansial Asia pada tahun 1998 membuat Hashim tinggal di London selama sembilan tahun untuk fokus pada bisnisnya. Selama periode tersebut, usahanya berkembang dan merambah ke berbagai sektor.
Lihat Juga :