Kuliah Umum di Seskoad, AHY: Ancaman Terhadap Infrastruktur Penting Nasional Harus Diantisipasi
Senin, 10 Maret 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
"Diharapkan, seminggu sebelum Idul Fitri tidak harus masuk kantor, bisa kerja di rumah atau tempat yang lain sehingga ini bisa mengurai kemacetan lebih dulu. Sehingga tidak terjadi penumpukan (kendaraan di jalan) terlalu parah menjelang Idul Fitri," tuturnya.
Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan Infrastruktur yang rusak akibat banjir melanda Jabodetabek. Hal itu guna memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.
“Ada beberapa infrastruktur yang hancur, rusak segera kita perbaiki. Sambil, yang paling penting adalah jangan sampai bencana tersebut terulang kembali,” kata AHY.
Menko AHY mengaku prihatin dengan bencana banjir yang menimpa Jabodetabek khususnya di Kabupaten Bekasi, 8 dari 12 kecamatan terendam banjir.
“Saya sendiri sempat datang dan melihat karena memang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Menurut AHY, kawasan Jabodetabek sering terjadi banjir karena dari Puncak atau wilayah Bogor atas, tata ruangnya tidak sesuai peruntukan. Inilah yang menyebabkan aliran sungai tidak lancar, akhirnya serapannya tidak baik.
“Ini akan memperburuk kondisi banjir ketika terjadi cuaca ekstrem,” tutur AHY.
AHY menegaskan, pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi banjir salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca agar tidak terjadi kembali banjir di wilayah tersebut.
“Selain modifikasi cuaca tapi juga mencegah itu lebih baik. Kita perlu penertiban secara tegas, sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Kedua juga mengedukasi masyarakat, mensosialisasikan ini agar lebih paham lagi resikonya. Dan bukan hanya kita terapi masyarakat dan saudara-saudara kita yang lainnya,” tandasnya.
Pemulihan Infrastuktur Pascabanjir
Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan Infrastruktur yang rusak akibat banjir melanda Jabodetabek. Hal itu guna memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.
“Ada beberapa infrastruktur yang hancur, rusak segera kita perbaiki. Sambil, yang paling penting adalah jangan sampai bencana tersebut terulang kembali,” kata AHY.
Menko AHY mengaku prihatin dengan bencana banjir yang menimpa Jabodetabek khususnya di Kabupaten Bekasi, 8 dari 12 kecamatan terendam banjir.
“Saya sendiri sempat datang dan melihat karena memang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Menurut AHY, kawasan Jabodetabek sering terjadi banjir karena dari Puncak atau wilayah Bogor atas, tata ruangnya tidak sesuai peruntukan. Inilah yang menyebabkan aliran sungai tidak lancar, akhirnya serapannya tidak baik.
“Ini akan memperburuk kondisi banjir ketika terjadi cuaca ekstrem,” tutur AHY.
AHY menegaskan, pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi banjir salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca agar tidak terjadi kembali banjir di wilayah tersebut.
“Selain modifikasi cuaca tapi juga mencegah itu lebih baik. Kita perlu penertiban secara tegas, sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Kedua juga mengedukasi masyarakat, mensosialisasikan ini agar lebih paham lagi resikonya. Dan bukan hanya kita terapi masyarakat dan saudara-saudara kita yang lainnya,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :