Ini 3 Cuitan Kritik Fiersa Besari Sebelum Musibah Puncak Cartenz Papua
Minggu, 02 Maret 2025 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyayangkan tindakan represi terhadap musisi.
"Memperbaiki citra harusnya dengan cara memperbaiki kinerja. Bukan dengan cara merepresi musisi," cuit Fiersa lagi.
Selain itu, Fiersa juga mengomentari pengungkapan praktik pengoplosan BBM jenis Pertalite menjadi Pertamax.
"Beli Pertamax dapatnya oplosan. Berengsek," tulis Fiersa pada 25 Februari 2025.
Tiga cuitan itu merupakan kritik Fiersa terakhir di tengah pendakian Jalur Sunyi-nya. Namun tiba-tiba hari ini tersiar kabar Fiersa Besari termasuk dalam rombongan pendaki ke Puncak Cartenz Pyramid Papua yang mengalami musibah.
Baca juga: Cuaca Buruk, Evakuasi Jenazah Lilie Wijayanti Pendaki Gunung Cartenz Dihentikan
"14.00: Diperkirakan tiba di puncak (belum terkonfirmasi tepatnya).19.10: Info baterai HT sudah low sulit komunikasi. 19.30: Info dari Octries Ruslan dan Abdullah turun. Dan mengabarkan semua sudah summit hanya ada 2 orang atas nama Indira dan Saroni terkena gejala AMS diarea bawah puncak. Saat perjalanan turun Ruslan tiba di Teras Besar, tim tamu dan guide berada sebebelum tyrollean," kata Suyatna.
"Memperbaiki citra harusnya dengan cara memperbaiki kinerja. Bukan dengan cara merepresi musisi," cuit Fiersa lagi.
Selain itu, Fiersa juga mengomentari pengungkapan praktik pengoplosan BBM jenis Pertalite menjadi Pertamax.
"Beli Pertamax dapatnya oplosan. Berengsek," tulis Fiersa pada 25 Februari 2025.
Tiga cuitan itu merupakan kritik Fiersa terakhir di tengah pendakian Jalur Sunyi-nya. Namun tiba-tiba hari ini tersiar kabar Fiersa Besari termasuk dalam rombongan pendaki ke Puncak Cartenz Pyramid Papua yang mengalami musibah.
Baca juga: Cuaca Buruk, Evakuasi Jenazah Lilie Wijayanti Pendaki Gunung Cartenz Dihentikan
Kronologi Kejadian
Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna menyampaikan, pihaknya menerima laporan adanya kondisi membahayakan pendaki Puncak Cartenz berupa hipotermia pada pukul 00.46 WIT, Minggu (2/3/2025). Menurut Suyatna, kejadian itu terjadi kala para pendaki melakukan penyeberangan di jembatan tyrollean pukul 10.51 WIT, Sabtu (1/3/2025)."14.00: Diperkirakan tiba di puncak (belum terkonfirmasi tepatnya).19.10: Info baterai HT sudah low sulit komunikasi. 19.30: Info dari Octries Ruslan dan Abdullah turun. Dan mengabarkan semua sudah summit hanya ada 2 orang atas nama Indira dan Saroni terkena gejala AMS diarea bawah puncak. Saat perjalanan turun Ruslan tiba di Teras Besar, tim tamu dan guide berada sebebelum tyrollean," kata Suyatna.
Lihat Juga :