Gencarkan Syiar, PBNU Kirim Dai ke 8 Negara dan Pelosok Indonesia
Sabtu, 01 Maret 2025 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Panitia KH Khalillurrahman menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen NU dalam membawa dakwahnya ke tingkat global.
"Melalui program ini, LD PBNU bersama LAZISNU PBNU dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersinergi untuk menyiapkan dai-dai yang akan bertugas di berbagai negara. Dengan demikian, mereka tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi jembatan dalam mempererat hubungan umat Islam di tingkat global," ujarnya, dikutip Sabtu (1/3/2025).
Sementara itu Direktur Eksekutif Lazisnu KH Qohari Kholil menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari agenda besar Ramadan penuh cinta yang digagas oleh NU.
"Alhamdulillah, tahun ini kami dapat mengirim dai ke delapan negara, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya lima negara. InsyaAllah, tahun depan targetnya bisa mencapai 15 negara. Begitu juga dengan Dai Nusantara yang akan menjangkau daerah-daerah terpencil, agar dakwah NU semakin luas di Indonesia dan di tingkat global," jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarumat Islam dengan mengajak para dai untuk mengedukasi masyarakat terkait zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Sekretaris LD PBNU, KH Nurul Badruttamam menambahkan, dakwah di era global harus lebih inovatif dan adaptif dengan media.
"Kami berharap para dai dapat mendokumentasikan pengalaman dakwah mereka dalam bentuk tulisan, foto, ataupun video yang nantinya bisa dipublikasikan melalui media online dan juga buku. Ini bukan hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi para dai berikutnya," paparnya.
Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH M Silahuddin menegaskan bahwa para dai yang diberangkatkan memiliki tugas besar dalam membawa dan menjaga nama baik Nahdlatul Ulama di tingkat global.
"Mereka adalah utusan Nahdlatul Ulama yang membawa misi dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus memperkuat eksistensi NU secara global. NU bukan hanya organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki jaringan jamaah terbesar di dunia, berdasarkan survei," ujarnya.
"Melalui program ini, LD PBNU bersama LAZISNU PBNU dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersinergi untuk menyiapkan dai-dai yang akan bertugas di berbagai negara. Dengan demikian, mereka tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi jembatan dalam mempererat hubungan umat Islam di tingkat global," ujarnya, dikutip Sabtu (1/3/2025).
Sementara itu Direktur Eksekutif Lazisnu KH Qohari Kholil menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari agenda besar Ramadan penuh cinta yang digagas oleh NU.
"Alhamdulillah, tahun ini kami dapat mengirim dai ke delapan negara, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya lima negara. InsyaAllah, tahun depan targetnya bisa mencapai 15 negara. Begitu juga dengan Dai Nusantara yang akan menjangkau daerah-daerah terpencil, agar dakwah NU semakin luas di Indonesia dan di tingkat global," jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarumat Islam dengan mengajak para dai untuk mengedukasi masyarakat terkait zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Sekretaris LD PBNU, KH Nurul Badruttamam menambahkan, dakwah di era global harus lebih inovatif dan adaptif dengan media.
"Kami berharap para dai dapat mendokumentasikan pengalaman dakwah mereka dalam bentuk tulisan, foto, ataupun video yang nantinya bisa dipublikasikan melalui media online dan juga buku. Ini bukan hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi para dai berikutnya," paparnya.
Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH M Silahuddin menegaskan bahwa para dai yang diberangkatkan memiliki tugas besar dalam membawa dan menjaga nama baik Nahdlatul Ulama di tingkat global.
"Mereka adalah utusan Nahdlatul Ulama yang membawa misi dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus memperkuat eksistensi NU secara global. NU bukan hanya organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki jaringan jamaah terbesar di dunia, berdasarkan survei," ujarnya.
Lihat Juga :