Gencarkan Syiar, PBNU Kirim Dai ke 8 Negara dan Pelosok Indonesia
Sabtu, 01 Maret 2025 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Ia menekankan bahwa para dai harus menjaga marwah NU sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam membimbing umat.
"Para dai ini akan membawa dan memikul nama besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, kalian harus menjaga marwah NU dengan memelihara Harakah serta Ri’ayah An-Nahdliyah dengan sebaik mungkin," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas utama para dai bukan menambah jumlah jamaah, tetapi menjaga eksistensi dan keberlanjutan jamaah yang sudah ada tersebut.
"Jika ada yang belum siap menerima NU, kita tidak perlu memaksakan. Tugas kita adalah membimbing, dan menyampaikan dakwah Islam kepada semua umat dengan pendekatan yang santun dan bijak," tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pengurus NU struktural di daerah tujuan sebelum menjalankan misi dakwah.
"Sebelum berdakwah, kalian harus lebih dulu memahami peta dakwah di daerah tersebut dengan berkoordinasi dengan pengurus NU setempat. Ini penting agar dakwah yang dilakukan lebih efektif, sesuai dengan kebutuhan lokal, serta dapat mempererat hubungan antara PBNU dengan Pengurus NU di daerah, baik di dalam maupun luar negeri," jelasnya.
Dari pelatihan ini, ia berharap para dai mampu menyusun peta dakwah di wilayah tugas masing-masing. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi PBNU untuk menentukan daerah mana yang membutuhkan perhatian lebih dalam penguatan dakwah ke depannya.
"Para dai ini akan membawa dan memikul nama besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, kalian harus menjaga marwah NU dengan memelihara Harakah serta Ri’ayah An-Nahdliyah dengan sebaik mungkin," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas utama para dai bukan menambah jumlah jamaah, tetapi menjaga eksistensi dan keberlanjutan jamaah yang sudah ada tersebut.
"Jika ada yang belum siap menerima NU, kita tidak perlu memaksakan. Tugas kita adalah membimbing, dan menyampaikan dakwah Islam kepada semua umat dengan pendekatan yang santun dan bijak," tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pengurus NU struktural di daerah tujuan sebelum menjalankan misi dakwah.
"Sebelum berdakwah, kalian harus lebih dulu memahami peta dakwah di daerah tersebut dengan berkoordinasi dengan pengurus NU setempat. Ini penting agar dakwah yang dilakukan lebih efektif, sesuai dengan kebutuhan lokal, serta dapat mempererat hubungan antara PBNU dengan Pengurus NU di daerah, baik di dalam maupun luar negeri," jelasnya.
Dari pelatihan ini, ia berharap para dai mampu menyusun peta dakwah di wilayah tugas masing-masing. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi PBNU untuk menentukan daerah mana yang membutuhkan perhatian lebih dalam penguatan dakwah ke depannya.
(shf)
Lihat Juga :