Jam Berapa Sidang Isbat Penetapan Puasa Ramadan 1446 H Dimulai?
Jum'at, 28 Februari 2025 - 16:43 WIB
loading...
Kemenag menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1446 Hijriah, Jumat, 28 Februari 2025. Sidang dijadwalkan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1446 Hijriah, Jumat, 28 Februari 2025. Sidang dijadwalkan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Mengutip laman Kemenag, sidang isbat dimulai pukul 16.30 WIB sampai selesai. Sidang ini digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
Baca juga: Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa Ramadan 2025
Agenda sidang isbat terdiri dari 3 tahap. Pertama, seminar pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pantauan di Indonesia. Dan ketiga, konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1446 H secara umum.
Pelaksanaan Sidang Isbat: Pukul 18.30 WIB (tertutup)
Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadan 1446 H: Pukul 19.05 WIB (terbuka untuk umum)
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad.
Mengutip laman Kemenag, sidang isbat dimulai pukul 16.30 WIB sampai selesai. Sidang ini digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
Baca juga: Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa Ramadan 2025
Agenda sidang isbat terdiri dari 3 tahap. Pertama, seminar pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pantauan di Indonesia. Dan ketiga, konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1446 H secara umum.
Rincian Kegiatan
Seminar Posisi Hilal: Pukul 16.30 WIB (terbuka untuk umum)Pelaksanaan Sidang Isbat: Pukul 18.30 WIB (tertutup)
Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadan 1446 H: Pukul 19.05 WIB (terbuka untuk umum)
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad.
Lihat Juga :