Ketua MUI Cholil Nafis: Awal Ramadan Berpotensi Berbeda, Lebaran Sama
Jum'at, 28 Februari 2025 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
"Sedangkan di Jawa Timur tinggi hilal 3, elo 5,9 (elongasinya belum masuk kriteria MABIM)," tulisnya lagi.
Sementara pada akhir Ramadan 1446 H/ 27 Maret 2025 pukul jam 10.02 WIB, tinggi hilal saat maghrib di Jakarta 1° 28' dan Elongasi 6,5. Ketinggian bulan itu telah memenuhi kesepakatan MABIMS.
"Awal Syawal in syaa' Allah TDK ada perbedaan antar ormas," katanya.
Cholil Nafis mengatakan, jika berpegangan dengan kriteria MABIMS, maka potensi perbedaan awal Ramadan sangat mungkin terjadi. Jika ada hasil rukyah yang mu'tabar di zona Aceh, maka awal puasa ditetapkan Sabtu, 1 Maret 2025 tapi jika tidak ada hasil rukyah, maka dilakukan istikmal Sya'ban.
"Pemerintah bisa punya skenario, tetap diisbatkan Sabtu, baik rukyah berhasil atau tidak," katanya.
Sementara pada akhir Ramadan 1446 H/ 27 Maret 2025 pukul jam 10.02 WIB, tinggi hilal saat maghrib di Jakarta 1° 28' dan Elongasi 6,5. Ketinggian bulan itu telah memenuhi kesepakatan MABIMS.
"Awal Syawal in syaa' Allah TDK ada perbedaan antar ormas," katanya.
Cholil Nafis mengatakan, jika berpegangan dengan kriteria MABIMS, maka potensi perbedaan awal Ramadan sangat mungkin terjadi. Jika ada hasil rukyah yang mu'tabar di zona Aceh, maka awal puasa ditetapkan Sabtu, 1 Maret 2025 tapi jika tidak ada hasil rukyah, maka dilakukan istikmal Sya'ban.
"Pemerintah bisa punya skenario, tetap diisbatkan Sabtu, baik rukyah berhasil atau tidak," katanya.
Lihat Juga :