Awal Puasa 2025 Berpotensi Beda, Begini Prediksi BRIN-BMKG
Selasa, 25 Februari 2025 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1 Maret, Lebaran 31 Maret, dan Iduladha 6 Juni 2025
Thomas mulanya menjelaskan fakta astronomi pada Jumat, 28 Februari 2025, hari di mana pemerintah menggelar rukyatul hilal di 125 titik di seluruh Indonesia. Thomas pun mengungkapkan posisi Bulan saat Matahari terbenam di Banda Aceh pada hari itu sudah melebihi kriteria MABIMS. Kriteria ini mensyaratkan tinggi bulan minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
“Posisi Bulan saat Maghrib 28 Februari 2025 di Banda Aceh tinggi toposentriknya 4,5 derajat sedangkan elongasi geosentriknya 6,4 derajat. Ini sedikit melebihi kriteria MABIMS yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat,” kata Thomas dikutip dari YouTube BRIN.
Sementara posisi Bulan di wilayah Indonesia lainnya yakni Surabaya, kata Thomas, belum memenuhi kriteria MABIMS. Elongasi geosentrik Bulan di wilayah tersebut baru mencapai 5,8 derajat.
Thomas pun mengatakan sulit mengamati hilal Ramadan pada 28 Februari 2025. “Posisi Bulan yang terlalu dekat dengan Matahari dan ketinggiannya masih cukup rendah, ini menunjukkan bahwa posisi Bulan pada awal Ramadan untuk penentuan awal Ramadan ini sulit diamati,” jelasnya.
Awal Puasa 2025 Prediksi BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah merilis data prakiraan hilal penentu awal Ramadan 1446 H/2025 M. Data yang diterbitkan BMKG pada 20 Februari 2025 itu juga digunakan dalam pelaksanaan rukyatul hilal.
BMKG dalam laporannya berisi tentang waktu konjungsi atau ijtimak dan waktu terbenam Matahari, peta ketinggian hilal, elongasi, umur Bulan, dan fraksi iluminasi Bulan, objek astronomis yang berpotensi mengacaukan rukyatul hilal, dan data hilal saat Matahari terbenam di wilayah Indonesia.
BMKG mengungkapkan bahwa konjungsi akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025 pukul 07.44.38 WIB/08.44.38 WITA/09.44.38 WIT. Waktu Matahari terbenam paling awal terjadi pukul 17.54.26 WIT di Waris, Papua dan waktu terakhir pukul 18.51.31 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dari waktu tersebut dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 di wilayah Indonesia.
Thomas mulanya menjelaskan fakta astronomi pada Jumat, 28 Februari 2025, hari di mana pemerintah menggelar rukyatul hilal di 125 titik di seluruh Indonesia. Thomas pun mengungkapkan posisi Bulan saat Matahari terbenam di Banda Aceh pada hari itu sudah melebihi kriteria MABIMS. Kriteria ini mensyaratkan tinggi bulan minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
“Posisi Bulan saat Maghrib 28 Februari 2025 di Banda Aceh tinggi toposentriknya 4,5 derajat sedangkan elongasi geosentriknya 6,4 derajat. Ini sedikit melebihi kriteria MABIMS yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat,” kata Thomas dikutip dari YouTube BRIN.
Sementara posisi Bulan di wilayah Indonesia lainnya yakni Surabaya, kata Thomas, belum memenuhi kriteria MABIMS. Elongasi geosentrik Bulan di wilayah tersebut baru mencapai 5,8 derajat.
Thomas pun mengatakan sulit mengamati hilal Ramadan pada 28 Februari 2025. “Posisi Bulan yang terlalu dekat dengan Matahari dan ketinggiannya masih cukup rendah, ini menunjukkan bahwa posisi Bulan pada awal Ramadan untuk penentuan awal Ramadan ini sulit diamati,” jelasnya.
Awal Puasa 2025 Prediksi BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah merilis data prakiraan hilal penentu awal Ramadan 1446 H/2025 M. Data yang diterbitkan BMKG pada 20 Februari 2025 itu juga digunakan dalam pelaksanaan rukyatul hilal.
BMKG dalam laporannya berisi tentang waktu konjungsi atau ijtimak dan waktu terbenam Matahari, peta ketinggian hilal, elongasi, umur Bulan, dan fraksi iluminasi Bulan, objek astronomis yang berpotensi mengacaukan rukyatul hilal, dan data hilal saat Matahari terbenam di wilayah Indonesia.
BMKG mengungkapkan bahwa konjungsi akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025 pukul 07.44.38 WIB/08.44.38 WITA/09.44.38 WIT. Waktu Matahari terbenam paling awal terjadi pukul 17.54.26 WIT di Waris, Papua dan waktu terakhir pukul 18.51.31 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dari waktu tersebut dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 di wilayah Indonesia.
Lihat Juga :