Gapasdap Minta Tidak Ada Kapal Ekpres dan Penurunan Tarif Angkutan Mudik Lebaran
Rabu, 19 Februari 2025 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gapasdap Buka Suara Terkait Kemacetan di Merak - Bakauheni di Masa Libur Lebaran 2024
"Demi kelancaran kita minta kapal ekpres di hapus saja selama angkutan Lebaran, karena di situ sumber kemacetan terjadi, biar kita melayani pemudik selama satu minggu tersebut dengan aman dan lancar," katanya.
Khoiri juga meminta Pelabuhan Penyeberangan Merak diutamakan dari pada pelabuhan tambahan lainnya karena masih bisa menampung kendaraan dengan kapasitas yang lebih banyak dan lancar, seperti terjadi pada angkutan Lebaran 2024 di mana Pelabuhan Merak Reguler kosong, sedangkan Pelabuhan BBJ Bojonegara antre Panjang.
"Kita lihat tahun lalu, Pelabuhan Merak kosong dermaganya, sedangkan Pelabuhan BBJ antre panjang, akhirnya dengan kebijakan kembali di putar balik arah Merak," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Khoiri juga meminta kepada pihak ASDP agar tidak memblokir penjualan tiket reguler dengan alas an penuh. Padahal fakta di lapangan sepi dan tidak ada penumpang. Hal ini sering kali terjadi saat momen besar seperti angkutan Lebaran dan Nataru.
"Ini sudah saya bahas kepada ASDP agar tidak terulang lagi, bahkan kita mengusulkan agar penjualan tiket di lakukan oleh pihak independen agar hal-hal demikian tidak terjadi," ucapnya.
Terkait imbauan pemerintah yang meminta operator angkutan untuk memberikan pengurangan tarif (diskon) angkut penyeberangan pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran mendatang dinilai tidak tepat.
"Demi kelancaran kita minta kapal ekpres di hapus saja selama angkutan Lebaran, karena di situ sumber kemacetan terjadi, biar kita melayani pemudik selama satu minggu tersebut dengan aman dan lancar," katanya.
Khoiri juga meminta Pelabuhan Penyeberangan Merak diutamakan dari pada pelabuhan tambahan lainnya karena masih bisa menampung kendaraan dengan kapasitas yang lebih banyak dan lancar, seperti terjadi pada angkutan Lebaran 2024 di mana Pelabuhan Merak Reguler kosong, sedangkan Pelabuhan BBJ Bojonegara antre Panjang.
"Kita lihat tahun lalu, Pelabuhan Merak kosong dermaganya, sedangkan Pelabuhan BBJ antre panjang, akhirnya dengan kebijakan kembali di putar balik arah Merak," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Khoiri juga meminta kepada pihak ASDP agar tidak memblokir penjualan tiket reguler dengan alas an penuh. Padahal fakta di lapangan sepi dan tidak ada penumpang. Hal ini sering kali terjadi saat momen besar seperti angkutan Lebaran dan Nataru.
"Ini sudah saya bahas kepada ASDP agar tidak terulang lagi, bahkan kita mengusulkan agar penjualan tiket di lakukan oleh pihak independen agar hal-hal demikian tidak terjadi," ucapnya.
Terkait imbauan pemerintah yang meminta operator angkutan untuk memberikan pengurangan tarif (diskon) angkut penyeberangan pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran mendatang dinilai tidak tepat.
Lihat Juga :