Pertama Dalam Sejarah, Polri Gunakan Alat Canggih EEG untuk Seleksi Casis SIPSS di Akpol
Rabu, 19 Februari 2025 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Djarot menjelaskan, perubahan aktivitas listrik di otak biasanya terjadi setelah sebab tertentu, seperti; pasca-accident alias kecelakaan, baik kecelakaan lalu lintas di mana kepala terbentur, jatuh atau ada sebab lain seperti apakah kepala sering dipukul.
Baca juga: Cara Cek Penerimaan Polri 2025, Mudah dan Praktis!
Pemeriksaan EEG ini juga bertujuan membantu diagnosa penyakit epilepsi, gangguan tidur atau bahkan kemungkinan adanya tumor otak. Selain itu juga untuk mengetahui kondisi lebih lanjut tentang penyebab kejang pada seseorang. Pada pemeriksaan ini melibatkan dokter neurologi atau spesialis syaraf. “Apakah ada kelainan gelombang listrik seperti gelombang kejang atau gelombang epileptik atau tidak,” ucap dia.
Pemeriksaan EEG berlangsung selama tahap pemeriksaan kesehatan (rikkes) dan pemeriksaan administrasi (rikmin), Sabtu hingga Senin, 15-17 Februari 2025. Pemeriksaan EEG untuk satu orang Casis tersebut memakan waktu hampir satu jam.
Sejak datang di Akpol pada Jumat 14 Februari 2025 lalu, total sebanyak 210 Casis SIPSS mengikuti serangkaian proses seleksi. Mereka sebelumnya sudah lolos seleksi tingkat daerah atau di tingkat Polda-Polda. Total 210 casis itu terdiri dari 150 pria dan 60 wanita. SIPSS merupakan jalur pendidikan khusus bagi lulusan D4, S1 maupun S2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri.
Baca juga: Cara Cek Penerimaan Polri 2025, Mudah dan Praktis!
Pemeriksaan EEG ini juga bertujuan membantu diagnosa penyakit epilepsi, gangguan tidur atau bahkan kemungkinan adanya tumor otak. Selain itu juga untuk mengetahui kondisi lebih lanjut tentang penyebab kejang pada seseorang. Pada pemeriksaan ini melibatkan dokter neurologi atau spesialis syaraf. “Apakah ada kelainan gelombang listrik seperti gelombang kejang atau gelombang epileptik atau tidak,” ucap dia.
Pemeriksaan EEG berlangsung selama tahap pemeriksaan kesehatan (rikkes) dan pemeriksaan administrasi (rikmin), Sabtu hingga Senin, 15-17 Februari 2025. Pemeriksaan EEG untuk satu orang Casis tersebut memakan waktu hampir satu jam.
Sejak datang di Akpol pada Jumat 14 Februari 2025 lalu, total sebanyak 210 Casis SIPSS mengikuti serangkaian proses seleksi. Mereka sebelumnya sudah lolos seleksi tingkat daerah atau di tingkat Polda-Polda. Total 210 casis itu terdiri dari 150 pria dan 60 wanita. SIPSS merupakan jalur pendidikan khusus bagi lulusan D4, S1 maupun S2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri.
Lihat Juga :