Revolusi Gizi: Momentum Menuju Indonesia Emas 2045

Jum'at, 14 Februari 2025 - 15:27 WIB
loading...
Revolusi Gizi: Momentum...
Ni Ketut Aryastami - Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) . Foto/Dok pribadi
A A A
Ni Ketut Aryastami
Peneliti Ahli Utama, Badan Riset dan Inovasi Nasional danPersatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI)

Revolusi gizi adalah sebuah ide yang untuk sebuah perubahan mendasar dan cepat dalam perbaikan gizi Masyarakat secara lebih holistik. Fokus perbaikan pada kualitas gizi melalui keterjangkauan, kuantitas asupan sesuai dengan kebutuhan tubuh dan kualitas makanan bergizi yang sehat. Goals dalam revolusi gizi adalah dapat terwujudnya generasi sehat, cerdas dan produktif menuju satu abad kemerdekaan Indonesia sesuai misi Indonesia Emas 2045. Revolusi gizi melibatkan transformasi sistemik yang mencakup kebijakan, edukasi, dan inovasi dalam distribusi pangan serta pemberdayaan komunitas menuju tatanan yang lebih baik.

Gizi adalah fondasi kehidupan. Menurut WHO dengan angka prevalensi stunting diatas 20%, Indonesia memiliki masalah Kesehatan Masyarakat. Tiga beban masalah gizi yang ada yaitu masalah kurang gizi termasuk stunting, masalah lebih gizi/kegemukan yang berdampak pada penyakit tidak menular, dan defisiensi zat gizi mikro yang berimplikasi pada masalah anemia dan defisiensi gizi lainnya.

Makanan bergizi gratis (MBG) adalah berkah dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, ikut memberi makna dalam percepatan penurunan stunting. Dalam lima tahun terakhir (2018-2023) prevalensi stunting turun sebesar 9,3%, mencakup 2,6 juta Balita terselamatkan dari gangguan pertumbuhan. Perpres no. 83/2024 menjadi dasar dalam penyelenggaraan MBG yang berimplikasi pada siklus kehidupan. Target MBG adalah siswa sekolah, Balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Prinsip penyelenggaraan MBG yakni tepat sasaran, memenuhi kecukupan gizi, berbasis pangan local yang beragam dengan proses yang aman dan terjamin bersih, serta memiliki daya ungkit terhadap penguatan ekonomi Masyarakat.

Epidemiologi Masalah Gizi
Prevalensi stunting pada Balita Indonesia pada tahun 2023 sebesar 21,5%. Distribusi masalah tertinggi pada Balita usia 24-39 bulan sebesar 26%, usia 0-5 bulan 12.7%. Indikasi dari masalah tumbuh pendek (stunting) pada bayi dapat berawal dalam kandungan, berat bayi lahir rendah, yang menurut SKI sebesar 6,2%. Pada usia 24-39 bulan stunting dipengaruhi oleh asupan gizi yang tidak optimal, pola asuh, dan penyakit infeksi berulang.

Kelebihan gizi memiliki risiko yang tidak kalah penting dan berdampak pada Penyakit Tidak Menular (PTM) pada usia dewasa. Masalah kelebihan gizi pada anak juga dapat terjadi sebagai konsekuensi dari pertumbuhan tinggi badan yang terhambat, tetapi asupan gizi berlebih sehingga fisik anak menjadi gemuk pendek. Data SKI 2023 distribusi masalah yang hampir merata pada kelompok usia dengan prevalensi 4,1% (0-23 bulan), 4,2% (Balita), 9,8% (5-12 tahun), 8,1% (13-15 tahun), 6,1% (16-18 tahun) dan 18,9% (usia diatas 18 tahun). Angka tersebut dapat menjadi sinyal waspada bila tidak segera diintervensi. Intervensi melalui promosi makanan bergizi seimbang dan membiasakan berolahraga/aktivitas fisik.

Defisiensi zat gizi mikro vitamin dan mineral banyak dialami oleh remaja dan ibu hamil. Contoh masalah yang juga dialami di tingkat global adalah rendahnya asupan makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging dan ikan. Penyakit terkait dengan masalah ini adalah anemia akibat rendahnya asupan zat gizi besi. Prevalensi anemia di Indonesia mencapai 48,9% pada remaja putri, 37,1% pada ibu hamil. Di Tingkat global, prevalensi anemia pada wanita usia 15-49 tahun pada tahun 2019 mencapai 29,9%, yang artinya Prevalensi di Indonesia masih dalam peringkst rata-rata dunia.

Anemia pada ibu hamil dapat menjadi pemicu terjadinya pertumbuhan janin tidak optimal, lahir premature, atau lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dan atau pendek. Bayi yang lahir BBLR berisiko tinggi tumbuh stunting sehingga dibutuhkan upaya intervensi sejak dini.

Gizi dalam Siklus Kehidupan
Masalah gizi dapat terjadi sepanjang siklus kehidupan. Kondisi rawan terjadinya pada wanita hamil. Kebutuhan gizi pada ibu hamil lebih tinggi karena adanya janin yang sedang tumbuh. Janin memperoleh zat gizi melalui plasenta. Bila ibu hamil kurang gizi maka pertumbuhan janin dapat terganggu. Kurang zat gizi makro pada ibu hamil dapat diidentifikasi dari pertambahan berat badan selama hamil, sedangkan kurang zat gizi mikro diketahui dari pemeriksaan hemoglobin untuk mendeteksi anemia.

Masalah gizi pada bayi akibat kurang gizi dari dalam kandungan adalah BBLR. Bayi BBLR yang dilahirkan secara normal dan kondisi sehat harus diberikan asi secara eksklusif selama 6 bulan. Agar kualitas ASI ibu optimal, maka ibu perlu diberikan makanan tambahan yang mengandung tinggi kalori dan tinggi protein oleh program, termasuk dalam MBG. Bayi tidak boleh diberikan susu formula. Bayi hanya foleh mendapatkan sufor bila ada indikasi medis, ibu meninggal, atau terpisah dengan bayinya. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan no. 39/2013.

Balita atau anak usia dibawah lima tahun masih membutuhkan pengasuhan. Status gizinya sangat tergantung pada pola asuh ibu/keluarga. Disamping asupan makanan, upaya pemberian imunisasi dasar yang lengkap juga merupakan variable penting perlindungan anak terhadap penyakit menular.

Remaja sudah bisa memilih makanan sendiri. Kebiasaan makan sejak Balita sangat mempengaruhi pola maka remaja. Bila anak biasa makan makanan sehat dan teratur maka potensi status gizi baik anak dapat terjaga. Sebaliknya, anak akan memilih jajanan kesukaannya tanpa perduli dengan kandungan gizinya karena mereka tidak tahu; yang penting enak dan terjangkau, notabene belum tentu sehat dan dapat memenuhi kebutuhan gizinya.

Makanan Bergizi Gratis
Tujuan pemberian MBG tidak semata-mata untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga sebagai upaya edukasi gizi. Makanan diberikan sebagai menu lokal dari pangan segar yang berdampak positif, anak mendapat asupan gizi yang cukup, tidak menahan lapar ketika belajar, atau tidak perlu jajan di sekolah, yang kebanyakan berupa makanan kemasan dan tidak sehat.

Pemberian makanan pada ibu hamil dan Balita pada dasarnya sudah berjalan dalam program pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik. Terkait MBG, bentuk intervensinya hanya membutuhkan penyesuaian saja. Asupan gizi seimbang dan bervariasi dalam MBG menjadi momentum yang tepat, dan berkontribusi dalam perputaran ekonomi masyarakat petani/peternak/nelayan. Keterlibatan industri dalam kemitraan dengan koperasi dan Badan Usaha Desa termasuk UMKM dapat menjadi daya ungkit dalam mewujudkan ekosistem pangan, air bersih, sanitasi, pendidikan, kesehatan yang bermuara pada bangsa yang sehat dan Tangguh.

Harapan dari pemberian MBG dapat memutus mata rantai gagal tumbuh atau stunting yang berdampak sepanjang siklus kehidupan sehingga target Pembangunan berkelanjutan SDGs 2030 dapat tercapai dan Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

Integrasi Kebijakan dalam Menyongsong Indonesia Emas
MBG merupakan peluang paling update dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Upaya ini cukup strategis, namun masih membutuhkan penataan yang tepat agar program dapat terlaksana baik dan berkesinambungan, serta terhindar dari risiko pemenuhan pangan local (misal, akibat perubahan iklim) atau keracunan akibat proses pengolahan yang tidak saniter.

Perpres 147/2024 tentang koordinasi bidang pangan diharapkan dapat meng-orkestrasi ketersediaan pangan termasuk sumber protein, buah dan sayur untuk kebutuhan program. Subsidi dan bantuan pangan dapat terakomodasi dengan baik khususnya untuk kelompok rentan (anak, ibu hamil dan lansia), dan terutama akses untuk masyarakat yang kurang mampu. Infrastruktur bidang pangan harus dibangun dengan efisien, khususnya untuk wilayah terpencil dan wilayah sulit.

Prepres 42/2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi diprioritaskan pada 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Program 1000 HPK mencakup intervensi spesifik (langsung) dan sensitive (tidak langsung). Implementasi program melibatkan pemerintah pusat dan daerah termasuk akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, LSM, media masa, dan mitra pembangunan internasional.

Perpres 72/2021 tentang percepatan penurunan stunting terbit sebagai pelengkap dari Perpres sebelumnya dalam upaya penguatan kerangka kelembagaan, dan kerangka intervensi dengan pendekatan keluarga berisiko stunting. Penguatan ini tersusun dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN-PASTI) 2021-2024, yang keberhasilannya tampak dari turunnya prevalensi stunting turun menjadi 21,1% pada tahun 2023 dari angka 30,8% (Riskesdas 2018).
Perpres 29/2019 tentang penanggulangan masalah gizi pada anak akibat penyakit secara eksplisit menegaskan pentingnya upaya penanggulangan masalah gizi sejak usia dini.

Gizi adalah fondasi Kesehatan; bila status gizi bermasalah maka semua akan bermuara pada risiko sakit, baik penyakit menular akibat kurang gizi, maupun PTM karena kelebihan gizi. Kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini melalui surveillance maupun pencegahan dan penanganan kasus.
Terbitnya empat Peraturan Presiden diatas dapat menjadi dokumen legal yang cukup kuat dalam menyongsong tercapainya target Generasi Emas 2045. Revolusi gizi menjadi sangat relevan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dukungan Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) dengan jumlah anggota mencapai 53.102 orang tersebar diseluruh Nusantara dengan unit organisasi terendah ada di Tingkat Kabupaten/kota. PERSAGI siap mendukung dan mewujudkan tercapainya Indonesia Emas 2045 melalui pelaksanaan intervensi spesifik di unit teknis dan intervensi sensitive, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis. PERSAGI siap memberikan pengawalan melalui pemberian konsultasi teknis, peninjauan ulang menu secara berkala, pelatihan petugas pengolahan makanan dan pemantauan terhadap kualitas makanan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Rekomendasi
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Berita Terkini
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved