Momen Prabowo Subianto Menangis di Hadapan Jenderal TNI Purnawirawan
Minggu, 09 Februari 2025 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
“Sifat-sifat Pak Kemal Idris yang saya ingat dan saya kagumi yakni sikap terbuka, sikap humoris dan selalu jujur dan berpihak kepada rakyat kecil. Selama perjalanan hidupnya, beliau sering menasihati saya. Setiap kali bertemu beliau, ia menceritakan pengalaman-pengalamannya dan membimbing saya. Saya banyak belajar ilmu-ilmu kepemimpinan dari beliau,” katanya.
Pada saat Kemal Idris sakit keras, beberapa jam sebelum meninggal, Prabowo mengaku sempat diberi tahu dan langsung menjenguknya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.
”Beliau sempat berbisik kepada saya, "Prabowo, terus berjuang." Kata-kata terakhir beliau kepada saya, "jaga Republik ini, terima kasih.”
“Saya kemudian hormat pada beliau dan seketika itu juga air mata saya keluar. Waktu itu saya juga sudah berhenti sebagai Pangkostrad. Saya bisa merasakan getaran jiwa beliau di saat beliau mengalami saat-saat terakhir hidupnya,” ucapnya.
Kemal Idris wafat pada pukul di usia 87 tahun. Tokoh militer Indonesia kelahiran 10 Februari 1923 yang sempat bergabung dalam Petisi 50 bersama Ali Sadikin ini dimakamkan di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.
Pada saat Kemal Idris sakit keras, beberapa jam sebelum meninggal, Prabowo mengaku sempat diberi tahu dan langsung menjenguknya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.
”Beliau sempat berbisik kepada saya, "Prabowo, terus berjuang." Kata-kata terakhir beliau kepada saya, "jaga Republik ini, terima kasih.”
“Saya kemudian hormat pada beliau dan seketika itu juga air mata saya keluar. Waktu itu saya juga sudah berhenti sebagai Pangkostrad. Saya bisa merasakan getaran jiwa beliau di saat beliau mengalami saat-saat terakhir hidupnya,” ucapnya.
Kemal Idris wafat pada pukul di usia 87 tahun. Tokoh militer Indonesia kelahiran 10 Februari 1923 yang sempat bergabung dalam Petisi 50 bersama Ali Sadikin ini dimakamkan di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.
(cip)
Lihat Juga :