Momen Prabowo Subianto Menangis di Hadapan Jenderal TNI Purnawirawan

Minggu, 09 Februari 2025 - 06:51 WIB
loading...
Momen Prabowo Subianto...
Letjen TNI (Purn) Kemal Idris merupakan tokoh militer yang sangat dihormati Presiden Prabowo Subianto. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Siapa yang tidak kenal Prabowo Subianto . Putra dari Begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu, saat ini menjabat sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951, Prabowo dikenal sebagai Jenderal Kopassus yang cerdas dan berani di medan tempur. Berbagai tugas operasi telah dijalani abituren Akademi Militer (Akmil) 1974 ini.

Mulai dari Operasi Seroja di Timor-Timur (Timtim) sekarang bernama Timor Leste hingga Operasi Mapenduma, pembebasan sandera di pedalaman Papua. Tempaan yang keras saat mengikuti pendidikan prajurit Korps Baret Merah Kopassus dan kejamnya medan operasi membuatnya menjadi sosok yang disegani baik kawan maupun lawan.

Namun di balik sikapnya yang keras dan tegas, Prabowo juga seorang manusia biasa yang bisa menangis. Hal itu terjadi saat Prabowo menemui Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purnawirawan Kemal Idris.

Baca juga: Kisah Prabowo Subianto Saksikan Kematian Komandan di Pelukannya saat Operasi Seroja

Hal itu diungkap Prabowo dalam buku biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”. Dalam buku tersebut Prabowo menceritakan awal mula mengenal sosok Kemal Idris.

“Usia saya waktu itu baru 17 tahun. Saya baru saja pulang dari luar negeri. Pak Kemal Idris sudah sangat terkenal sebagai tokoh TNI. Pada saat itu ia dikenal sebagai salah satu tokoh TNI Angkatan Darat yang merupakan salah satu tokoh kunci di awal mulainya Orde Baru,” kenang Prabowo dikutip SindoNews (9/2/2025).

Baca juga: Jenderal Kopassus Malam-malam Bekali Prabowo Sajadah sebelum ke Medan Tempur

Pascapemberontakan G30S/PKI, Kemal Idris bersama Letnan Jenderal TNI HR Dharsono dan Mayor Jenderal TNI Surono yang kemudian menjadi KSAD dan selanjutnya Wapangab juga bersama Kolonel Infanteri (pada saat itu) Sarwo Edi Wibowo adalah tokoh-tokoh kunci yang mendukung Soeharto sampai dikukuhkan sebagai Presiden Republik Indonesia kedua menggantikan Soekarno.

“Waktu saya bertemu Pak Kemal Idris, ia bicara, "Saya ini sahabat pamanmu (Pak Subianto yang gugur dalam peristiwa Lengkong). Pamanmu orang yang sangat berani. Jika pamanmu masih hidup, saya yakin dia yang jadi Pangkostrad. Kamu harus ikut jejak pamanmu. Subianto itu dulu jagoan," ujar Prabowo.

Bagi Prabowo, Kemal Idris merupakan sosok yang sangat patriotik, pemberani, dan sangat lurus serta terbuka. Batalyon Kemal Idris adalah batalyon TNI pertama yang masuk ibu kota setelah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia.

“Waktu itu Pak Kemal Idris berpangkat Mayor, jadi sangat terkenal. Pada saat itu tradisinya adalah batalyon- batalyon TNI diberi julukan nama komandannya. Jadi ada Batalyon Kemal Idris, Batalyon Ahmad Yani, Batalyon Poniman dan sebagainya,” katanya.

Jiwa Kemal Idris adalah jiwa pemberani, jiwa yang sangat pro rakyat dan sangat nasionalis. Kemal Idris sangat membenci korupsi. Dia bahkan dengan berani mengkritik atasannya, sehingga senior-senior beliau sering menganggap beliau "anak bandel."

“Bahkan saya pernah dengar Pak Harto sebut nama Pak Kemal Idris sambil senyum-senyum sambil ketawa, "ya Kemal ya begitu, bandel." Tapi senior-senior pun selalu memaafkan dan selalu lindungi karena Pak Kemal Idris orang yang sangat pemberani dan sangat berhasil memimpin pasukannya melawan Belanda,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Kemal Idris juga berhasil menumpas pemberontak-pemberontak pada 1950-an dan 1965. Setelah pemberontakan G30S/PKI pada 1965, Kemal Idris pun dipercaya oleh Pak Harto menjadi wakilnya di Kostrad sebagai Kepala Staf Kostrad.

Setelah Soeharto dipromosikan menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat, Kemal Idris menggantikan posisi Soeharto menjadi Pangkostrad.

“Sifat-sifat Pak Kemal Idris yang saya ingat dan saya kagumi yakni sikap terbuka, sikap humoris dan selalu jujur dan berpihak kepada rakyat kecil. Selama perjalanan hidupnya, beliau sering menasihati saya. Setiap kali bertemu beliau, ia menceritakan pengalaman-pengalamannya dan membimbing saya. Saya banyak belajar ilmu-ilmu kepemimpinan dari beliau,” katanya.

Pada saat Kemal Idris sakit keras, beberapa jam sebelum meninggal, Prabowo mengaku sempat diberi tahu dan langsung menjenguknya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.

”Beliau sempat berbisik kepada saya, "Prabowo, terus berjuang." Kata-kata terakhir beliau kepada saya, "jaga Republik ini, terima kasih.”

“Saya kemudian hormat pada beliau dan seketika itu juga air mata saya keluar. Waktu itu saya juga sudah berhenti sebagai Pangkostrad. Saya bisa merasakan getaran jiwa beliau di saat beliau mengalami saat-saat terakhir hidupnya,” ucapnya.

Kemal Idris wafat pada pukul di usia 87 tahun. Tokoh militer Indonesia kelahiran 10 Februari 1923 yang sempat bergabung dalam Petisi 50 bersama Ali Sadikin ini dimakamkan di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Rekomendasi
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Berita Terkini
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved