Momen Prabowo Subianto Menangis di Hadapan Jenderal TNI Purnawirawan
Minggu, 09 Februari 2025 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Pascapemberontakan G30S/PKI, Kemal Idris bersama Letnan Jenderal TNI HR Dharsono dan Mayor Jenderal TNI Surono yang kemudian menjadi KSAD dan selanjutnya Wapangab juga bersama Kolonel Infanteri (pada saat itu) Sarwo Edi Wibowo adalah tokoh-tokoh kunci yang mendukung Soeharto sampai dikukuhkan sebagai Presiden Republik Indonesia kedua menggantikan Soekarno.
“Waktu saya bertemu Pak Kemal Idris, ia bicara, "Saya ini sahabat pamanmu (Pak Subianto yang gugur dalam peristiwa Lengkong). Pamanmu orang yang sangat berani. Jika pamanmu masih hidup, saya yakin dia yang jadi Pangkostrad. Kamu harus ikut jejak pamanmu. Subianto itu dulu jagoan," ujar Prabowo.
Bagi Prabowo, Kemal Idris merupakan sosok yang sangat patriotik, pemberani, dan sangat lurus serta terbuka. Batalyon Kemal Idris adalah batalyon TNI pertama yang masuk ibu kota setelah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia.
“Waktu itu Pak Kemal Idris berpangkat Mayor, jadi sangat terkenal. Pada saat itu tradisinya adalah batalyon- batalyon TNI diberi julukan nama komandannya. Jadi ada Batalyon Kemal Idris, Batalyon Ahmad Yani, Batalyon Poniman dan sebagainya,” katanya.
Jiwa Kemal Idris adalah jiwa pemberani, jiwa yang sangat pro rakyat dan sangat nasionalis. Kemal Idris sangat membenci korupsi. Dia bahkan dengan berani mengkritik atasannya, sehingga senior-senior beliau sering menganggap beliau "anak bandel."
“Bahkan saya pernah dengar Pak Harto sebut nama Pak Kemal Idris sambil senyum-senyum sambil ketawa, "ya Kemal ya begitu, bandel." Tapi senior-senior pun selalu memaafkan dan selalu lindungi karena Pak Kemal Idris orang yang sangat pemberani dan sangat berhasil memimpin pasukannya melawan Belanda,” ucapnya.
Bukan hanya itu, Kemal Idris juga berhasil menumpas pemberontak-pemberontak pada 1950-an dan 1965. Setelah pemberontakan G30S/PKI pada 1965, Kemal Idris pun dipercaya oleh Pak Harto menjadi wakilnya di Kostrad sebagai Kepala Staf Kostrad.
Setelah Soeharto dipromosikan menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat, Kemal Idris menggantikan posisi Soeharto menjadi Pangkostrad.
“Waktu saya bertemu Pak Kemal Idris, ia bicara, "Saya ini sahabat pamanmu (Pak Subianto yang gugur dalam peristiwa Lengkong). Pamanmu orang yang sangat berani. Jika pamanmu masih hidup, saya yakin dia yang jadi Pangkostrad. Kamu harus ikut jejak pamanmu. Subianto itu dulu jagoan," ujar Prabowo.
Bagi Prabowo, Kemal Idris merupakan sosok yang sangat patriotik, pemberani, dan sangat lurus serta terbuka. Batalyon Kemal Idris adalah batalyon TNI pertama yang masuk ibu kota setelah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia.
“Waktu itu Pak Kemal Idris berpangkat Mayor, jadi sangat terkenal. Pada saat itu tradisinya adalah batalyon- batalyon TNI diberi julukan nama komandannya. Jadi ada Batalyon Kemal Idris, Batalyon Ahmad Yani, Batalyon Poniman dan sebagainya,” katanya.
Jiwa Kemal Idris adalah jiwa pemberani, jiwa yang sangat pro rakyat dan sangat nasionalis. Kemal Idris sangat membenci korupsi. Dia bahkan dengan berani mengkritik atasannya, sehingga senior-senior beliau sering menganggap beliau "anak bandel."
“Bahkan saya pernah dengar Pak Harto sebut nama Pak Kemal Idris sambil senyum-senyum sambil ketawa, "ya Kemal ya begitu, bandel." Tapi senior-senior pun selalu memaafkan dan selalu lindungi karena Pak Kemal Idris orang yang sangat pemberani dan sangat berhasil memimpin pasukannya melawan Belanda,” ucapnya.
Bukan hanya itu, Kemal Idris juga berhasil menumpas pemberontak-pemberontak pada 1950-an dan 1965. Setelah pemberontakan G30S/PKI pada 1965, Kemal Idris pun dipercaya oleh Pak Harto menjadi wakilnya di Kostrad sebagai Kepala Staf Kostrad.
Setelah Soeharto dipromosikan menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat, Kemal Idris menggantikan posisi Soeharto menjadi Pangkostrad.
Lihat Juga :