Setelah Kisruh Elpiji 3 Kg Makan Korban, Bahlil Lahadalia Ngaku Sudah Minta Maaf ke Rakyat

Sabtu, 08 Februari 2025 - 14:23 WIB
loading...
Setelah Kisruh Elpiji...
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sudah meminta maaf kepada rakyat atas polemik larangan pengecer menjual gas elpiji 3 kilogram (kg). Foto/Riyan Rizki Roshali
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sudah meminta maaf kepada rakyat atas polemik larangan pengecer menjual gas elpiji 3 kilogram (kg). Diketahui, kebijakan Bahlil tersebut makan korban.

Seorang nenek bernama Yonih (62) meninggal dunia usai mengantre beli isi tabung gas elpiji 3 kilogram di Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Kemudian, Tri lestari (50), warga Desa/Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah meninggal dunia usai terlindas truk di jalan antara Gubug-Godong, Grobogan, Selasa (4/2/2025).

Ibu paruh baya ini meninggal saat hendak ke pangkalan membeli gas 3 kg bersubsidi. Hingga hari ini, masih terdapat antrean panjang warga untuk membeli gas elpiji 3 kg di pangkalan beberapa daerah.

Baca juga: Mikrofonnya Mati di Rakernas Golkar, Bahlil Lahadalia: Jangan-jangan Ada yang Belum Dapat Gas



“Kemarin ada sedikit yang kurang pas menurut saya dan saya sudah minta maaf kepada rakyat adalah subpangkalan ini, pengecer ini tiba-tiba kita setop. Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan,” kata Bahlil di DPP Partai Golkar, Sabtu (8/2/2025).

Ia menjelaskan, kebijakannya tersebut diambil dengan tujuan baik. Menurutnya, dia tidak mau adanya mark up dalam penjualan gas elpiji 3 kg.

Bahlil menjelaskan, pemerintah sudah mensubsidi gas elpiji 3 kg Rp36.000 per tabungnya. Dengan begitu, harga jual gas elpiji bersubsidi yang diterima masyarakat seharusnya maksimal Rp19.000.

Baca juga: Polemik Elpiji 3 Kg, Pemerintah Harus Lebih Peka pada Kesulitan Rakyat

Namun, dia menyebut pihaknya masih banyak menerima harga jual gas elpiji 3 kg di masyarakat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000.

"Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah ini kita biarkan? Kalau memang kita konsen, Golkar sebagai bentuk daripada partai yang memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat, saya berpandangan ini harus kita luruskan yang bengkok," ujar dia.

Bahlil juga mengklaim dirinya siap untuk mempertaruhkan reputasi dan nyawanya demi masyarakat dan negara. “Saya tahu ini adalah keputusan yang tidak populer bagi saya, tapi untuk memastikan hak-hak rakyat mendapat dari apa yang negara berikan, maka jangankan popularitas, nyawa pun saya siap berikan untuk rakyat bangsa dan negara," ucapnya.

Di sisi lain, Bahlil juga menyoroti adanya masalah gas elpiji 3 kg yang dioplos ke tabung gas elpiji 12 Kg. Dia menuturkan masalah ini juga memunculkan potensi kebocoran harga.

"Itu dioplos minta ampun. Gas 3 kg diambil dioplos ke tabung 12 kg kemudian dijual ke industri, itu rata-rata 5-10 persen bocornya. LPG itu coba cek benar enggak 3 kg, ada yang cuma 2,5 kg, ada yang cuma 2,4 kg. Jadi ada 3 potensi kebocoran daripada LPG," jelas dia.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Prabowo Ngaku Cocok...
Prabowo Ngaku Cocok dengan HIPMI: Kelakuannya Sudah Saya Kenal Semuanya
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
Viral Lagu “MBG: Mas...
Viral Lagu MBG: Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Bukan Sindiran atau Body Shaming
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Rekomendasi
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Berita Terkini
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Infografis
Program Pengalihan Kompor...
Program Pengalihan Kompor LPG 3 Kg ke Kompor Listrik Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved