Polemik Elpiji 3 Kg, Pemerintah Harus Lebih Peka pada Kesulitan Rakyat
Jum'at, 07 Februari 2025 - 16:28 WIB
loading...
Sejumlah warga antre untuk membeli gas elpiji 3 kg di agen gas Limo, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/2/2025). Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Ketua Perempuan Penggerak (Perak) Indonesia Fiyatri Widuri merespons polemik kebijakan pemerintah yang sempat melarang penjualan gas elpiji 3 kg melalui pengecer. Dia mengaku prihatin dengan kebijakan pemerintah tersebut.
Sebab, dia menilai kebijakan tersebut telah menyulitkan masyarakat kecil, terutama ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pekerja sektor informal yang bergantung pada gas subsidi untuk kehidupan sehari-hari.
Dia menuturkan, meskipun kebijakan tersebut akhirnya dicabut, polemik ini menunjukkan kurangnya kepekaan pemerintah dalam merancang kebijakan yang berdampak luas bagi rakyat kecil.
![Polemik Elpiji 3 Kg, Pemerintah Harus Lebih Peka pada Kesulitan Rakyat]()
Baca juga: Gaduh LPG 3 Kg, Istana: Presiden Prabowo Ingin Cegah Kerugian Negara
Sebab, dia menilai kebijakan tersebut telah menyulitkan masyarakat kecil, terutama ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pekerja sektor informal yang bergantung pada gas subsidi untuk kehidupan sehari-hari.
Dia menuturkan, meskipun kebijakan tersebut akhirnya dicabut, polemik ini menunjukkan kurangnya kepekaan pemerintah dalam merancang kebijakan yang berdampak luas bagi rakyat kecil.
.jpg)
Baca juga: Gaduh LPG 3 Kg, Istana: Presiden Prabowo Ingin Cegah Kerugian Negara
Lihat Juga :