WNI Korban Tewas Ditembak Aparat Malaysia Bertambah Jadi 2 Orang

Jum'at, 07 Februari 2025 - 13:16 WIB
loading...
WNI Korban Tewas Ditembak...
Konferensi pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengenai WNI yang tewas ditembak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) bertambah menjadi dua orang. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Warga Negara Indonesia ( WNI ) yang tewas ditembak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) bertambah menjadi dua orang. Korban meninggal pada Selasa, 4 Februari 2025 yang sebelumnya dalam kondisi kritis, dan satu lagi adalah almarhum B telah dimakamkan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau pada 29 Januari 2025.

"Jadi yang pertama berkaitan dengan update penanganan insiden penembakan WNI yang ada di Malaysia. Kami sampaikan bahwa pascameninggalnya satu WNI yang akhirnya meninggal,” ungkap Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha saat konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (7/2/2025).

“Jadi dahulu kan ada satu WNI yang bernama B yang telah meninggal pada tanggal 24 Januari. Dan kemudian sudah kita pulangkan jenazahnya. Pada beberapa hari yang lalu yang satu WNI yang kritis itu akhirnya juga meninggal, sebagaimana kami sudah sampaikan sebelumnya," sambungnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Minta Penembakan WNI di Malaysia Diinvestigasi



Sebelumnya, pada 24 Januari 2025, APMM melakukan penembakan kepada lima WNI yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia. Akibat penembakan itu, satu orang berinisial B dinyatakan meninggal, satu orang yang belum teridentifikasi mengalami kritis, 1 orang berinisial MH dirawat, dan dua lainnya berinisial HA dan MZ dinyatakan sembuh.

Terkait daerah asal kelima korban tersebut, Judha mengatakan korban berinisial MH berasal dari Aceh. Sedangkan B, HA, dan MZ berasal dari Riau. Sedangkan 1 korban yang baru saja meninggal tersebut juga belum diketahui daerah asalnya.

"KBRI Kuala Lumpur telah melakukan langkah-langkah identifikasi. Memang cukup sulit karena tidak ada dokumen apa pun di korban. Kita gunakan berbagai macam upaya termasuk menggunakan identifikasi melalui biometrik, face recognition. Dan kami sudah mendapatkan data indikasi WNI yang meninggal tersebut," jelas Judha.

Lebih lanjut, Judha mengungkapkan akan dilakukan tes DNA kepada korban yang baru saja meninggal dunia. "Satu langkah lainnya yang kami lakukan adalah melakukan tes DNA. Jadi, kami sudah mendapat data Keluarganya dan juga akan melakukan tes DNA dengan pihak keluarga. Nah untuk itu nanti jika sudah selesai kami akan dapat sampaikan secara lengkap dan detail terkait dengan identitas WNI yang meninggal."

"Segera setelah nanti pre-identifikasi keseluruhannya, kita akan melakukan proses pemulasaran jenazah dan kemudian kita akan merepatriasi jenazah yang tiba di Indonesia," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved