Mantan KSAL: Laksdya TNI Erwin Aldedharma Sosok Tepat Gantikan Laksmana Muhammad Ali
Kamis, 06 Februari 2025 - 17:15 WIB
loading...
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma (kiri) dinilai sosok yang tepat menjadi KSAL. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Nama Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksamana Madya TNI Irvansyah dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma mencuat sebagai kandidat potensial untuk menduduki jabatan Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL ). Keduanya dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman.
Mantan KSAL era Megawati Soekarno Putri, Laksamana TNI (Purn) Kent Sondakh menilai Laksdya Erwin sangat layak menduduki posisi KSAL. “Kalau pertanyaan apakah layak, maka jawabnya sangat layak,” kata Kent Sondakh, Kamis (6/2/2025).
Kent menilai selain sosok yang santun, Laksdya Erwin dinilai pintar. “Laksdya Erwin pintar, moral bagus, jujur, low profile, santun, telah melewati jenjang jabatan dan karier yang sempurna,” ujar Kent.
Baca juga: Dua Jenderal Bintang 3 TNI AL Ini Berpeluang Jadi KSAL
Diketahu Bernard Kent Sondakh adalah mantan KSAL era Megawati yang sangat dekat dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan juga ikut aktif mendukung paslon Ganjar-Mahfud saat Pilpres 2024 lalu.
Dukungan yang sama juga disampaikan oleh mantan Kabais TNI Laksmana Muda (Laksda) TNI Soleman B Ponto menyebut sosok yang tepat menggantikan KSAL Laksamana Muhammad Ali yakni Wakil KSAL Laksmana Madya Erwin Aldedharma. “Iya lah. Harusnya wakil lah. Wakil itu kan boleh dibilang putra mahkota, saya kira itu,” kata Soleman Ponto.
Baca juga: Karier Militer Wakasal Laksdya TNI Erwin Aldedharma
Sementara itu Pengamat Pertahanan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yulis Susilawaty mengatakan Kabakamla maupun Wakasal memiliki keunggulan dalam pengalaman operasi dan penegakan hukum maritim serta peran startegis dalam pembinaan kekuatan dan pembangunan postur TNI AL.
“Baik Kabakamla maupun Wakasal memiliki kompetensi dan pengalaman yang sangat relevan untuk menjadi KSAL. Keduanya telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” kata Yulis.
Menurut Yulis, untuk posisi KSAL harus paham program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto terkait potensi Indonesia sebagai negara maritim. Secara kepribadian keduanya juga cukup bagus.
“Apalagi baru-baru ini Indonesia menerima hibah alutista. Tentu harus dipikirkan oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas dalam melaksanakan operasi laut,” tegasnya.
Saat ditanya, dari kedua nama tersebut siapa yang paling layak, Yulis menilai Wakasal adalah sosok yang layak karena posisinya langsung di bawah KSAL. Sehingga tugas-tugas KSAL sudah dipahami oleh Wakasal.
“Tentu Wakasal lah yang paling tepat, karena dia sudah memahami tugas sebagai KSAL, apalagi penyusunan program-program terkait dengan Angkatan Laut Wakasal pasti dilibatkan,” ungkap Yulis yang juga Peneliti Indonesia Public Institute.
Mantan KSAL era Megawati Soekarno Putri, Laksamana TNI (Purn) Kent Sondakh menilai Laksdya Erwin sangat layak menduduki posisi KSAL. “Kalau pertanyaan apakah layak, maka jawabnya sangat layak,” kata Kent Sondakh, Kamis (6/2/2025).
Kent menilai selain sosok yang santun, Laksdya Erwin dinilai pintar. “Laksdya Erwin pintar, moral bagus, jujur, low profile, santun, telah melewati jenjang jabatan dan karier yang sempurna,” ujar Kent.
Baca juga: Dua Jenderal Bintang 3 TNI AL Ini Berpeluang Jadi KSAL
Diketahu Bernard Kent Sondakh adalah mantan KSAL era Megawati yang sangat dekat dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan juga ikut aktif mendukung paslon Ganjar-Mahfud saat Pilpres 2024 lalu.
Dukungan yang sama juga disampaikan oleh mantan Kabais TNI Laksmana Muda (Laksda) TNI Soleman B Ponto menyebut sosok yang tepat menggantikan KSAL Laksamana Muhammad Ali yakni Wakil KSAL Laksmana Madya Erwin Aldedharma. “Iya lah. Harusnya wakil lah. Wakil itu kan boleh dibilang putra mahkota, saya kira itu,” kata Soleman Ponto.
Baca juga: Karier Militer Wakasal Laksdya TNI Erwin Aldedharma
Sementara itu Pengamat Pertahanan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yulis Susilawaty mengatakan Kabakamla maupun Wakasal memiliki keunggulan dalam pengalaman operasi dan penegakan hukum maritim serta peran startegis dalam pembinaan kekuatan dan pembangunan postur TNI AL.
“Baik Kabakamla maupun Wakasal memiliki kompetensi dan pengalaman yang sangat relevan untuk menjadi KSAL. Keduanya telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” kata Yulis.
Menurut Yulis, untuk posisi KSAL harus paham program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto terkait potensi Indonesia sebagai negara maritim. Secara kepribadian keduanya juga cukup bagus.
“Apalagi baru-baru ini Indonesia menerima hibah alutista. Tentu harus dipikirkan oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas dalam melaksanakan operasi laut,” tegasnya.
Saat ditanya, dari kedua nama tersebut siapa yang paling layak, Yulis menilai Wakasal adalah sosok yang layak karena posisinya langsung di bawah KSAL. Sehingga tugas-tugas KSAL sudah dipahami oleh Wakasal.
“Tentu Wakasal lah yang paling tepat, karena dia sudah memahami tugas sebagai KSAL, apalagi penyusunan program-program terkait dengan Angkatan Laut Wakasal pasti dilibatkan,” ungkap Yulis yang juga Peneliti Indonesia Public Institute.
(cip)
Lihat Juga :