Ketua MPR Minta Komponen Bangsa Olah Rasa dan Kedepankan Akal Sehat Hadapi COVID-19
Kamis, 03 September 2020 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia memaparkan secara global per 27 Agustus 2020 jumlah kasus positif COVID-19 telah melewati angka 24 juta kasus. Sehingga angka kematian lebih dari 825 ribu kasus. Sedangkan di Indonesia jumlah kasus positif COVID-19 mendekati angka 163 ribu kasus. Dengan tingkat kematian lebih dari 7 ribu kasus. (Baca juga:Sekretaris Satgas COVID-19 Bangka Belitung Positif Corona)
"Yang perlu kita sadari bersama bahwa dampak COVID-19 ini bersifat multi dimensional. Tidak hanya menggerus sendi-sendi perekonomian. Tapi juga berdampak pada perekonomian, sosial, budaya kita," beber dia.
"Penerapan protokol kesehatan dan juga adaptasi kebiasaan baru mau tidak mau dan suka tidak suka telah membatasi aktifitas dan interaksi sosial kita," lanjut pria yang akrab disapa Bamsoet ini.
Di sisi lain, kata Bamsoet, pergeseran prilaku pada berbagai sektor kehidupan melalui aplikasi dan pemanfaatan teknologi yang semakin massif membuat kita semakin bergantung pada aplikasi teknologi. Kondisi ini semakin meningkatkan ego individu kita dan di saat bersamaan semakin mereduksi kesadaran kita sebagai makhluk sosial.
Dia juga melanjutkan penyelenggaraan pilkada serentak yang akan digelar di 270 daerah bulan desember 2020 mendatang akan semakin menempatkan kita pada posisi dilematis. Apalagi dengan heterogonitas yang luar biasa dan kemajemukan bangsa kita.
"Yang perlu kita sadari bersama bahwa dampak COVID-19 ini bersifat multi dimensional. Tidak hanya menggerus sendi-sendi perekonomian. Tapi juga berdampak pada perekonomian, sosial, budaya kita," beber dia.
"Penerapan protokol kesehatan dan juga adaptasi kebiasaan baru mau tidak mau dan suka tidak suka telah membatasi aktifitas dan interaksi sosial kita," lanjut pria yang akrab disapa Bamsoet ini.
Di sisi lain, kata Bamsoet, pergeseran prilaku pada berbagai sektor kehidupan melalui aplikasi dan pemanfaatan teknologi yang semakin massif membuat kita semakin bergantung pada aplikasi teknologi. Kondisi ini semakin meningkatkan ego individu kita dan di saat bersamaan semakin mereduksi kesadaran kita sebagai makhluk sosial.
Dia juga melanjutkan penyelenggaraan pilkada serentak yang akan digelar di 270 daerah bulan desember 2020 mendatang akan semakin menempatkan kita pada posisi dilematis. Apalagi dengan heterogonitas yang luar biasa dan kemajemukan bangsa kita.
Lihat Juga :