Penyakit Mulut dan Kuku Merebak, Pemerintah Diminta Stop Impor Daging

Sabtu, 01 Februari 2025 - 12:10 WIB
loading...
Penyakit Mulut dan Kuku...
Guru Besar IPB Prof Dwi Andreas Santosa menyatakan impor daging dari negara yang belum bebas dari PMK harus dihentikan jika ingin terbebas dari virus tersebut. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak serius mewujudkan Indonesia bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) jika masih mengimpor daging dari negara-negara yang belum bebas PMK. India merupakan salah satu negara yang belum bebas PMK.

Guru Besar IPB Prof Dwi Andreas Santosa menyatakan Indonesia harus menghentikan impor dari negara negara yang belum bebas dari PMK jika ingin terbebas dari virus yang menyebar melalui udara tersebut.

Baca juga: Dampak Ekonomi Wabah PMK, Peternak dan Pengusaha Daging Terancam Gulung Tikar

"Iya. Kalau Indonesia mau ke arah sana ya seperti itu. Jadi tidak mengimpor dari negara-negara yang belum bebas PMK," kata Prof Dwi Andreas Santosa dalam keterangan, Sabtu (1/2/2025).

Saat ini wabah PMK yang kembali merebak di tanah air dinilai Dwi Andreas Santoso sebagai gelombang kedua dari PMK yang terjadi pada 2022 lalu.



"Dugaan saya, penyebab gelombang pertama adalah pembukaan pintu impor daging sapi dari India, yang saat itu belum bebas PMK," ujarnya.

Dugaan Dwi Andreas bahwa wabah PMK berasal dari India cukup beralasan karena sebelumnya Indonesia telah dinyatakan bebas PMK sejak 1990, sementara India belum bebas PMK.

Baca juga: Doa Berlindung dari Penyakit Kulit dan Penyakit Buruk Lainnya

"Ya, itu karena Indonesia membuka pintu impor daging kerbau dari India. India merupakan negara yang belum bebas PMK. Nah, sehingga dugaan saya ya pasti kemungkinan besar asalnya dari sana. Walaupun ada berbagai pendapat yang macam-macam yang lainnya, tapi dugaan saya dari sana," kata Prof Dwi.

Ia menjelaskan dampak wabah ini sangat signifikan bagi peternak, dengan penurunan populasi sapi perah mencapai sekitar 80.000 ekor.

"Dari 580.000 sapi perah pada tahun 2021, jumlahnya turun menjadi 507.000 pada tahun 2022," tambahnya.

Sebelumnya, di tengah merebaknya wabah PMK, pemerintah tetap melanjutkan rencana impor daging dari India.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pemerintah akan menugaskan BUMN Pangan untuk mengimpor daging kerbau setelah ada keputusan resmi pemerintah.

Menurutnya, keputusan penugasan tersebut akan terbit secepatnya pekan depan. Ia menjelaskan importasi daging kerbau akan memakan waktu sekitar sebulan.

Ketut menjelaskan saat ini izin impor kerbau dan sapi masih ditunda agar peternak lokal dapat menikmati masa panen.

"Kami tidak mempermasalahkan penugasan maupun izin impor daging agar harga daging dalam negeri naik dulu. Tujuannya agar peternak di dalam negeri bisa menikmati masa panen," kata Ketut, Jumat (31/1/2025).

Untuk diketahui, pemerintah menugaskan PT Rajawali Nusantara Indonesia untuk mengimpor 100.000 ton daging kerbau dari India.

"Artinya, kami masih bisa mengejar pengadaan daging kerbau menjelang Ramadan 2025. Pekan depan proses penugasan impor daging kerbau sepertinya akan dimulai," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Waspadai Penyebaran Hantavirus Andes
IPB University Sebut...
IPB University Sebut Pentingnya Sistem Pangan sebagai Kunci Swasembada
Gandeng IPB Rancang...
Gandeng IPB Rancang Cetak Biru, Kemenhaj Bidik Potensi Raksasa Ekosistem Ekonomi Haji
Ini Analisis Ilmiah...
Ini Analisis Ilmiah IPB terkait Banjir Bandang di DAS Aek Garoga Sumut
Dukung Asta Cita, Nasional...
Dukung Asta Cita, Nasional Re Tingkatkan Literasi Mahasiswa Soal Manajemen Risiko
KPK Diminta Usut Dugaan...
KPK Diminta Usut Dugaan Pengancaman Pengusaha dan Monopoli Impor Daging
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved