Fraksi Nasdem Terima Audiensi dari Forkopi, Rachmat Gobel Ingin Koperasi Diperkuat
Jum'at, 31 Januari 2025 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, Sanksi Pidana yang Lebih Proporsional. Untuk menghindari kriminalisasi pengurus dan pengawas koperasi, Forkopi mengusulkan agar sanksi pidana hanya berlaku bagi tindakan yang benar-benar merugikan koperasi, bukan untuk kesalahan administratif atau operasional.
Dengan berbagai usulan ini, Forkopi berharap revisi UU Perkoperasian dapat menciptakan ekosistem koperasi yang lebih kuat, modern, dan berdaya saing di era globalisasi.
Fraksi Nasdem menyambut baik usulan ini dan berkomitmen untuk membahasnya lebih lanjut di DPR agar koperasi benar-benar menjadi solusi bagi ekonomi rakyat. Rachmat Gobel menyatakan dukungannya terhadap gerakan koperasi dan menekankan bahwa koperasi seharusnya menjadi solusi dalam berbagai permasalahan ekonomi masyarakat.
"Saya sangat mendukung koperasi. Koperasi harus berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pertanian dan perkebunan, agar masyarakat tidak lagi bergantung pada tengkulak atau pinjaman online yang justru menimbulkan masalah sosial dan hukum," kata Rachmat Gobel.
Koperasi harus berperan lebih besar dalam perekonomian nasional, dan regulasi yang ada harus mendukung, bukan menghambat. Kami siap memperjuangkan kepentingan koperasi agar semakin berkembang," tambahnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, koperasi diharapkan mampu menjadi pilar utama ekonomi Indonesia, mengurangi ketergantungan pada pinjaman online dan tengkulak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih mendorong koperasi agar mampu memenuhi kebutuhan anggotanya, mulai dari pengadaan pupuk, bibit, hingga akses pembiayaan pendidikan. Ia juga menekankan bahwa koperasi harus lebih kuat, tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan tetapi juga memiliki industrinya sendiri.
"Kami akan mempelajari lebih lanjut draf RUU ini dan memastikan regulasi baru benar-benar memperkuat koperasi. Saya juga mengusulkan agar kita mengadakan seminar atau forum diskusi (FGD) guna mencari solusi terkait permodalan, hukum, teknologi, serta pendidikan koperasi," tuturnya.
Forkopi dan Fraksi Nasdem sepakat untuk terus berkoordinasi dalam mengawal pembahasan RUU Perkoperasian ini. Diharapkan, regulasi yang dihasilkan nantinya dapat memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional yang mampu menghadapi tantangan global.
Dengan berbagai usulan ini, Forkopi berharap revisi UU Perkoperasian dapat menciptakan ekosistem koperasi yang lebih kuat, modern, dan berdaya saing di era globalisasi.
Fraksi Nasdem menyambut baik usulan ini dan berkomitmen untuk membahasnya lebih lanjut di DPR agar koperasi benar-benar menjadi solusi bagi ekonomi rakyat. Rachmat Gobel menyatakan dukungannya terhadap gerakan koperasi dan menekankan bahwa koperasi seharusnya menjadi solusi dalam berbagai permasalahan ekonomi masyarakat.
"Saya sangat mendukung koperasi. Koperasi harus berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pertanian dan perkebunan, agar masyarakat tidak lagi bergantung pada tengkulak atau pinjaman online yang justru menimbulkan masalah sosial dan hukum," kata Rachmat Gobel.
Koperasi harus berperan lebih besar dalam perekonomian nasional, dan regulasi yang ada harus mendukung, bukan menghambat. Kami siap memperjuangkan kepentingan koperasi agar semakin berkembang," tambahnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, koperasi diharapkan mampu menjadi pilar utama ekonomi Indonesia, mengurangi ketergantungan pada pinjaman online dan tengkulak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih mendorong koperasi agar mampu memenuhi kebutuhan anggotanya, mulai dari pengadaan pupuk, bibit, hingga akses pembiayaan pendidikan. Ia juga menekankan bahwa koperasi harus lebih kuat, tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan tetapi juga memiliki industrinya sendiri.
"Kami akan mempelajari lebih lanjut draf RUU ini dan memastikan regulasi baru benar-benar memperkuat koperasi. Saya juga mengusulkan agar kita mengadakan seminar atau forum diskusi (FGD) guna mencari solusi terkait permodalan, hukum, teknologi, serta pendidikan koperasi," tuturnya.
Forkopi dan Fraksi Nasdem sepakat untuk terus berkoordinasi dalam mengawal pembahasan RUU Perkoperasian ini. Diharapkan, regulasi yang dihasilkan nantinya dapat memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional yang mampu menghadapi tantangan global.
(shf)
Lihat Juga :