Bareskrim Ajukan Red Notice 3 Buronan Kasus Robot Trading Net89
Rabu, 22 Januari 2025 - 14:22 WIB
loading...
Dittipideksus Bareskrim Polri mengajukan red notice kepada Interpol tersangka dari 15 tersangka dalam kasus investasi bodong robot trading Net89. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan 15 tersangka yang meliputi 14 orang tersangka dan satu korporasi dalam kasus investasi bodong robot trading Net89.
Dari 14 tersangka, polisi mengajukan tiga red notice atau surat permintaan pencarian buronan ke Interpol.
Baca juga: Penampakan 5 Mobil Mewah dan Uang Rp52 Miliar yang Disita dari Kasus Robot Trading Net89
“Yang 3 orang tersangka masih kabur ke luar negeri dan telah diterbitkan red notice. Kita bekerja sama dengan Divisi Hubinter dan Interpol namun tetap akan dilakukan pengejaran kepada yang bersangkutan,” kata Dirtiddeksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf, Rabu (22/1/2025).
Saat ditanya jejak ketiga para buronan tersebut, Helfi menyampaikan bahwa saat ini masih ditelusuri oleh Interpol.
“Masih ditelusuri terus sama Interpol. yang jelas Red Notice sudah disebar ke seluruh negara yang memang ada kerja sama dengan Interpol. Nah, kita menunggu saja nanti perkembangannya,” ujar dia.
“Kalau mereka tertangkap di suatu negara, mereka pasti akan menginformasikan kepada kita,” sambung dia.
Dari 14 tersangka, polisi mengajukan tiga red notice atau surat permintaan pencarian buronan ke Interpol.
Baca juga: Penampakan 5 Mobil Mewah dan Uang Rp52 Miliar yang Disita dari Kasus Robot Trading Net89
“Yang 3 orang tersangka masih kabur ke luar negeri dan telah diterbitkan red notice. Kita bekerja sama dengan Divisi Hubinter dan Interpol namun tetap akan dilakukan pengejaran kepada yang bersangkutan,” kata Dirtiddeksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf, Rabu (22/1/2025).
Saat ditanya jejak ketiga para buronan tersebut, Helfi menyampaikan bahwa saat ini masih ditelusuri oleh Interpol.
“Masih ditelusuri terus sama Interpol. yang jelas Red Notice sudah disebar ke seluruh negara yang memang ada kerja sama dengan Interpol. Nah, kita menunggu saja nanti perkembangannya,” ujar dia.
“Kalau mereka tertangkap di suatu negara, mereka pasti akan menginformasikan kepada kita,” sambung dia.
Lihat Juga :