Ahlussunnah Wal Jamaah, Perwujudan Islam Moderat yang Merangkul Semua dengan Humanis
Kamis, 16 Januari 2025 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kita Ahlussunnah itu mengikuti Rasulullah. Rasulullah di bulan Rajab melakukan apa? Yaitu puasa, banyak berdoa, banyak berdzikir, dan bersiap memasuki bulan Ramadan. Selain itu, Rasulullah mencontohkan agar bagi yang masih punya utang puasa disegerakan untuk dilunasi. Ini yang kita imani dari Bulan Rajab; kita menyambutnya sebagai bulan untuk menanam kebaikan sampai ke bulan Ramadan," ungkapnya.
"Kalau kita memaknai mulia Bulan Rajab ini dengan memperbanyak ibadah menjelang bulan Ramadan, maka kita beribadah karena akan menyambut bulan mulia. Maka di bulan Rajab ini ketika kita memperbanyak amalan dan ibadah serta puji-pujian terhadap Allah dan Rasulullah, maka kita berharap agar jadi lebih baik pada bulan Ramadan. Dengan demikian, sudah enteng kebaikan itu mengakar pada diri kita," kata Gus Fahrur.
Menutup penjelasannya, Gus Fahrur berharap agar dengan hadirnya Ahlussunnah Wal Jamaah mampu selalu memelihara spiritualitas dan menaungi keragaman Nusantara. Ia juga menilai kedewasaan masyarakat Indonesia dalam mencari sumber pengetahuan agama menjadi lebih baik dengan semakin banyaknya ulama dan dai yang moderat.
"Kita juga harapkan pemerintah mempunyai keberpihakan lebih pada ormas-ormas moderat. Dengan demikian, Islam Aswaja dan arus keagamaan yang moderat akan memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan dakwah dengan lebih baik di ruang publik. Prinsipnya, pemerintah punya segala instrumen untuk melakukan pencegahan terhadap ideologi transnasional secara komprehensif sehingga efek negatifnya tidak meluas di masyarakat," katanya.
"Kalau kita memaknai mulia Bulan Rajab ini dengan memperbanyak ibadah menjelang bulan Ramadan, maka kita beribadah karena akan menyambut bulan mulia. Maka di bulan Rajab ini ketika kita memperbanyak amalan dan ibadah serta puji-pujian terhadap Allah dan Rasulullah, maka kita berharap agar jadi lebih baik pada bulan Ramadan. Dengan demikian, sudah enteng kebaikan itu mengakar pada diri kita," kata Gus Fahrur.
Menutup penjelasannya, Gus Fahrur berharap agar dengan hadirnya Ahlussunnah Wal Jamaah mampu selalu memelihara spiritualitas dan menaungi keragaman Nusantara. Ia juga menilai kedewasaan masyarakat Indonesia dalam mencari sumber pengetahuan agama menjadi lebih baik dengan semakin banyaknya ulama dan dai yang moderat.
"Kita juga harapkan pemerintah mempunyai keberpihakan lebih pada ormas-ormas moderat. Dengan demikian, Islam Aswaja dan arus keagamaan yang moderat akan memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan dakwah dengan lebih baik di ruang publik. Prinsipnya, pemerintah punya segala instrumen untuk melakukan pencegahan terhadap ideologi transnasional secara komprehensif sehingga efek negatifnya tidak meluas di masyarakat," katanya.
(abd)
Lihat Juga :