Ulama Dinilai Berperan Besar Cegah Paham Radikal Terorisme

Rabu, 02 September 2020 - 11:25 WIB
loading...
Ulama Dinilai Berperan...
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli bersama pengasuh Ponpes Al Muayyad KH Abdul Rozaq Shofawi (tengah) dan KH Abdul Muid Ahmad (kiri). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sebagai pihak yang sering bertemu langsung dengan masyarakat dan santri, ulama dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) memiliki peran sangat besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga para santri.

Termasuk memiliki peran dalam memberikan penjelasan mengenai bahaya paham radikal terorisme dan upaya pencegahannya, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar sat acara Silaturahmi Kebangsaan dalam rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan, Surakarta, Sabtu 29 Agustus 2020 siang.

“Peran ulama sangat besar sekali. Karena, ulama ini sehari-harinya bertemu dengan umat dan juga bertemu juga kalangan pondok pesantren dengan para santri. Ulama ini memiliki peran besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga kepada para santrinya mengenai bahaya paham radikal terorisme,” tutur Boy Rafli.

Melalui edukasi yang disampaikan ulama, kata dia, masyarakat termasuk para santri harus semakin mewaspadai ajakan-ajakan yang dapat dikatakan belum tentu sejalan dengan nilai-nilai agama dan nilai luhur bangsa ini.

“Dengan adanya kerja sama ini, setidaknya dari ulama terutama para ustaz yang ada di kalangan pondok pesantren bisa terus mengingatkan generasi muda dari waktu ke waktu, terutama mereka yang menjalankan pendidikan di lingkungan pondok pesantren ini,” ujar mantan Kapolda Papua ini.(Baca juga: Prabowo-Boy Raffi Bertemu Bahas Ancaman Terorisme dan Radikalisme )

Dalam melakukan pertemuan tersebut Kepala BNPT juga berkeseempatan menyampaikan perkembangan aktivitas terorisme terkini, termasuk keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini terjebak di pengungsian Suriah akibat propaganda yang dilakukan kelompok radikal yang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, hal itu menjadi pembelajaran bagi ulama dan santri agar tidak mudah terpengaruh propaganda yang terus dilancarakan kelompok radikal terorisme, utamanya melalui media sosial.

Kepada para santri dan jajaran pesantren Al Muayyad, Boy mengingatkan mengenai kedudukan Pancasila dalam berkehidupan serta pedoman dalam menghadapi radikalisme di dunia maya maupun secara langsung.

“Sebagai insan beragama namun melakukan kekerasan atas nama agama hal tersebut tentunya kontradiktif. Untuk itu perlu diiringi sikap dan semangat dalam menghargai perbedaan dan keberagaman. Kita sebagai bangsa Indonesia memiliki falsafah negara Pancasila dan agama yang mengakomodir dan yang menyeimbangkan di tengah perpecahan,” ujar mantan Waka Lemdiklat Polri ini.(Baca juga: Putus Rantai Radikalisme lewat Penguatan Wawasan Kebangsaaan )

Dia menegaskan Pancasila menjadi jalan tengah. Penyeimbang di tengah keberagaman untuk mereduksi radikal intoleran. "Itulah Pancasila sebagai standaridasi moral untuk berkehidupan bersama, hidup bermasyarakat yang aman dan damai," lanjutnya.

Boy mengaku bersyukur bisa bisa melanjutkan silaturahmi, salah satunya ke Pondok Pesantren Al Muayyad. Dalam silaturahmi tersebut, Boy bertemu langsung dengan unsur pimpinan Pondok Pesantren Al Muayyad.

“Kita sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Muayyad ini. Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa selalu menjaga ukhuwah dalam melakukan aktivitas kerjasama antara BNPT dengan kalangan pesantren,” ujar mantan Kepla Divisi Humas Polri ini.

Sementara itu KH Muhammad Dian Nafi yang mewakili Pesantren Al Muayyad mengungkapkan kunjungan Kepala BNPT ini sangat penting buat pihaknya. Untuk kesekian kalinya pihaknya bisa mendapatkan informasi terbaru berkaitan masalah radikal terorisme dari sudut pandang yang baru.

Infortmasi yang disampaikan BNPT dikatakannya sangat penting untuk membekali para guru dan santri terkait bahaya paham radikal terorisme.

“Pertemuan serupa ini penting sekali dan harus terus menerus dilakukan karena untuk kesekian kalinya masyakarat pesantren perlu mengukuhkan komitmen untuk menjaga kemaslahatan NKRI,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Rekomendasi
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Berita Terkini
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Agustina Arumsari Ditunjuk...
Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved