Anaknya Divonis 5 Tahun Penjara, Ibunda Helena Lim Jatuh Pingsan
Senin, 30 Desember 2024 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
"Hoa Lien datang ke pengadilan untuk memberikan dukungan moral dengan harapan besar hakim bisa memberikan keadilan, yaitu anaknya hanya pedagang valas kenapa harus ditahan untuk kasus korupsi," katanya usai persidangan.
Andi melanjutkan, ibunya berharap dapat segera membawa pulang Helena ke tengah keluarga besarnya. Di usianya yang sudah menyentuh 79 tahun ia berharap dapat berkumpul bersama Helena sebelum ajal menjemput.
"Dirinya juga menyampaikan saat menjadi saksi agar hakim tidak lama-lama menahan anaknya karena ia ingin berkumpul kembali dengan putrinya sebelum ajal menjemput," ujarnya.
Namun, harapan Hoa Lien pupus. keinginannya untuk dapat pulang bersama Helena tak bisa terwujud. Hakim memutus Helena bersalah dalam kasus ini. "Dari pertimbangan hakim, hakim tidak mengabulkan keinginannya dan doanya belum dijawab, sehingga Helena belum bisa pulang," kata Andi.
Sementara itu, seusai pembacaan vonis, Hoa Lien tak kuat menahan tangis. Dengan tubuh yang masih terduduk di kursi roda ia tak henti menarik tangan Helena dan memeluknya. "Pulang, sayang, pulang. (Mama) Mau mati saja. Pulang," teriak Hoa Lien ke Helena dengan histeris.
Dalam persidangan sebelumnya, Hoa Lien menjelaskan bahwa Helena telah bekerja keras sejak kecil, memulai usaha jual beli valas sejak 1998, dan tidak pernah terlibat bisnis tambang. Ia juga menegaskan hubungan Helena dengan Harvey Moeis sebatas transaksi biasa dengan keuntungan wajar dari usaha money changernya.
Helena, sebagai tulang punggung keluarga, memiliki tanggungan besar, termasuk kedua anaknya, lima keponakan, dan karyawan yang bergantung pada usahanya. Hoa Lien berharap hakim mempertimbangkan fakta-fakta ini.
Andi melanjutkan, ibunya berharap dapat segera membawa pulang Helena ke tengah keluarga besarnya. Di usianya yang sudah menyentuh 79 tahun ia berharap dapat berkumpul bersama Helena sebelum ajal menjemput.
"Dirinya juga menyampaikan saat menjadi saksi agar hakim tidak lama-lama menahan anaknya karena ia ingin berkumpul kembali dengan putrinya sebelum ajal menjemput," ujarnya.
Namun, harapan Hoa Lien pupus. keinginannya untuk dapat pulang bersama Helena tak bisa terwujud. Hakim memutus Helena bersalah dalam kasus ini. "Dari pertimbangan hakim, hakim tidak mengabulkan keinginannya dan doanya belum dijawab, sehingga Helena belum bisa pulang," kata Andi.
Sementara itu, seusai pembacaan vonis, Hoa Lien tak kuat menahan tangis. Dengan tubuh yang masih terduduk di kursi roda ia tak henti menarik tangan Helena dan memeluknya. "Pulang, sayang, pulang. (Mama) Mau mati saja. Pulang," teriak Hoa Lien ke Helena dengan histeris.
Dalam persidangan sebelumnya, Hoa Lien menjelaskan bahwa Helena telah bekerja keras sejak kecil, memulai usaha jual beli valas sejak 1998, dan tidak pernah terlibat bisnis tambang. Ia juga menegaskan hubungan Helena dengan Harvey Moeis sebatas transaksi biasa dengan keuntungan wajar dari usaha money changernya.
Helena, sebagai tulang punggung keluarga, memiliki tanggungan besar, termasuk kedua anaknya, lima keponakan, dan karyawan yang bergantung pada usahanya. Hoa Lien berharap hakim mempertimbangkan fakta-fakta ini.
Lihat Juga :