Jelang 91 Tahun, GP Ansor Perkuat Toleransi Ekonomi melalui BUMA dan Koperasi untuk Resiliensi Daerah
Sabtu, 28 Desember 2024 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, GP Ansor juga menegaskan pentingnya toleransi ekonomi sebagai fondasi utama dalam pemberdayaan ekonomi kader.
“Dalam membangun kemandirian ekonomi, kita harus menjunjung tinggi prinsip toleransi ekonomi yaitu menciptakan kerja sama lintas kelompok tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun identitas lainnya. Prinsip ini memungkinkan kader GP Ansor untuk menjadi jembatan harmoni dalam rantai pasok ekonomi nasional," ungkap Addin.
Program ini menjadi semakin strategis mengingat sebaran kader GP Ansor yang luas di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, legislatif, hingga penyelenggara pemilu.
“Dengan infrastruktur sosial dan politik yang mengakar, pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan kader sekaligus memperkuat posisi organisasi,” katanya.
Selain pemberdayaan ekonomi, GP Ansor juga memperkuat kapasitas kader melalui program pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Langkah ini sejalan dengan konsep BISA (Bisnis, Inovasi, SDM, dan Anak Muda) yang menjadi pilar pengembangan organisasi dalam menghadapi bonus demografi 2034.
“Dalam membangun kemandirian ekonomi, kita harus menjunjung tinggi prinsip toleransi ekonomi yaitu menciptakan kerja sama lintas kelompok tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun identitas lainnya. Prinsip ini memungkinkan kader GP Ansor untuk menjadi jembatan harmoni dalam rantai pasok ekonomi nasional," ungkap Addin.
Program ini menjadi semakin strategis mengingat sebaran kader GP Ansor yang luas di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, legislatif, hingga penyelenggara pemilu.
“Dengan infrastruktur sosial dan politik yang mengakar, pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan kader sekaligus memperkuat posisi organisasi,” katanya.
Selain pemberdayaan ekonomi, GP Ansor juga memperkuat kapasitas kader melalui program pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Langkah ini sejalan dengan konsep BISA (Bisnis, Inovasi, SDM, dan Anak Muda) yang menjadi pilar pengembangan organisasi dalam menghadapi bonus demografi 2034.
Lihat Juga :