Virus Corona dari China Adalah Tragedi Kemanusiaan seperti Uighur

Sabtu, 25 Januari 2020 - 21:18 WIB
Virus Corona dari China...
Virus Corona dari China Adalah Tragedi Kemanusiaan seperti Uighur
A A A
JAKARTA - Merebaknya penyebaran virus pneumonia Wuhan, China atau novel coronavirus (nCoV), mengakibatkan puluhan orang meninggal secara mendadak di Negeri Tirai Bambu itu.

(Baca juga: Kepada China dan AS, RI Tegaskan Tak Ingin Berunding Soal Natuna)

Otoritas kesehatan di China mengonfirmasi 15 kematian terbaru di provinsi Hubei, pusat wabah virus 2019-nCoV, jenis baru dari coronavirus atau virus corona. Angka itu menambah jumlah kematian akibat penyakit ini menjadi 41 orang sejak tiga minggu lalu.

(Baca juga: UPDATE-Virus Corona Wuhan: 41 Orang Tewas, 1.000 Lebih Terinfeksi)

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menyebutkan virus corona ini adalah tragedi kemanusiaan. "41 juta penduduk di 13 kota dikarantina. Korban terus berjatuhan dan menyebar. Vaksin belum ditemukan," kata HNW di akun Twitternya, @hnurwahid, sabtu (25/1/2020).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, wabah virus corona yang telah menewaskan 41 orang ini seperti tragedi yang juga menimpa muslim etnis Uighur di Xinjiang, China.

"Seperti tragedi terhadap Uighur, smoga jadi koreksi. Agar segera ada solusi untuk kebaikan kemanusiaan," ucap HNW.

Untuk diketahui, penduduk Wuhan di Provinsi Hubei, China, nyaris menangis saat virus 2019-nCoV jenis baru dari Coronavirus, membuat kota itu ditutup. Mereka putus asa dan merasa apa yang terjadi saat ini seolah-olah sebagai akhir dari dunia.

Layanan pesawat dan kereta api keluar kota Wuhan, pusat dari virus baru mirip SARS itu dibatalkan. Transportasi umum lain untuk keluar kota juga ditangguhkan. Penduduk diperintahkan untuk tidak pergi dalam upaya mengendalikan penyebaran virus.

Tapi, kereta dan pesawat yang hampir kosong masih menuju ke kota berpenduduk 11 juta jiwa itu pada hari Kamis, di mana beberapa penumpang mengenakan masker wajah dan sarung tangan bedah memberanikan diri melakukan perjalanan.
(maf)
Berita Terkait
ICC Tolak Investigasi...
ICC Tolak Investigasi Penindasan China Terhadap Muslim Uighur
Langka, Israel Kecam...
Langka, Israel Kecam Penindasan China terhadap Muslim Uighur
Bungkam Soal Penindasan...
Bungkam Soal Penindasan Muslim Uighur, OKI Dituding Bersekongkol dengan China
Miliarder Ini Ngaku...
Miliarder Ini Ngaku Tak Peduli Soal Penindasan Muslim Uighur di China
Suarakan Solidaritas,...
Suarakan Solidaritas, OIC Youth Indonesia Gelar Seminar soal Uighur
Tanpa Alasan Jelas,...
Tanpa Alasan Jelas, China Hukum Ilmuwan Uighur Penjara Seumur Hidup
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved