alexametrics

Virus Corona dari China Adalah Tragedi Kemanusiaan seperti Uighur

loading...
Virus Corona dari China Adalah Tragedi Kemanusiaan seperti Uighur
Gambar-gambar yang diunggah ke media sosial pada 25 Januari 2020 oleh Central Hospital of Wuhan menunjukkan staf medis merawat pasien. Foto/Central Hospital of Wuhan/Weibo/via REUTERS
A+ A-
JAKARTA - Merebaknya penyebaran virus pneumonia Wuhan, China atau novel coronavirus (nCoV), mengakibatkan puluhan orang meninggal secara mendadak di Negeri Tirai Bambu itu.

(Baca juga: Kepada China dan AS, RI Tegaskan Tak Ingin Berunding Soal Natuna)

Otoritas kesehatan di China mengonfirmasi 15 kematian terbaru di provinsi Hubei, pusat wabah virus 2019-nCoV, jenis baru dari coronavirus atau virus corona. Angka itu menambah jumlah kematian akibat penyakit ini menjadi 41 orang sejak tiga minggu lalu.



(Baca juga: UPDATE-Virus Corona Wuhan: 41 Orang Tewas, 1.000 Lebih Terinfeksi)

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menyebutkan virus corona ini adalah tragedi kemanusiaan. "41 juta penduduk di 13 kota dikarantina. Korban terus berjatuhan dan menyebar. Vaksin belum ditemukan," kata HNW di akun Twitternya, @hnurwahid, sabtu (25/1/2020).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, wabah virus corona yang telah menewaskan 41 orang ini seperti tragedi yang juga menimpa muslim etnis Uighur di Xinjiang, China.

"Seperti tragedi terhadap Uighur, smoga jadi koreksi. Agar segera ada solusi untuk kebaikan kemanusiaan," ucap HNW.

Untuk diketahui, penduduk Wuhan di Provinsi Hubei, China, nyaris menangis saat virus 2019-nCoV jenis baru dari Coronavirus, membuat kota itu ditutup. Mereka putus asa dan merasa apa yang terjadi saat ini seolah-olah sebagai akhir dari dunia.

Layanan pesawat dan kereta api keluar kota Wuhan, pusat dari virus baru mirip SARS itu dibatalkan. Transportasi umum lain untuk keluar kota juga ditangguhkan. Penduduk diperintahkan untuk tidak pergi dalam upaya mengendalikan penyebaran virus.

Tapi, kereta dan pesawat yang hampir kosong masih menuju ke kota berpenduduk 11 juta jiwa itu pada hari Kamis, di mana beberapa penumpang mengenakan masker wajah dan sarung tangan bedah memberanikan diri melakukan perjalanan.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak