Soal Bentrok TNI-Polri, Pengamat: Perlu Riset untuk Temukan Embrio Masalah
Selasa, 01 September 2020 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Peristiwa Ciracas bukan hal baru. Pada waktu yang lalu pun beberapa kali terjadi hal yang sama di berbagai daerah. Setiap ada kejadian, kata Nuning, dianggap selesai saat Panglima TNI dan Kapolri berfoto bersama, sementara prajurit antar Matra sudah berolah raga bersama. ”Komunikasi organisasi secara vertikal maupun horizontal harus dibenahi sehingga kebijakan dapat dipahami dihayati dilaksanakan dengan hati ikhlas bukan hanya dihafal saja. Harus ada perbaikan terhadap literasi yang dibaca oleh prajurit TNI-Polri di semua tingkatan, agar tidak mudah percaya hoax maupun berita post truth (suatu upaya pembenaran bagi hal yang belum tentu benar),” kata Nuning. (Baca juga: Perusakan Polsek Ciracas Jadi Ujian Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri)
Hal yang penting dilakukan, sambung Nuning, adalah TNI-Polri mengadakan riset terkait masalah pertikaian antar Matra/Institusi yang berulang terus ini. Harus disegerakan TNI maupun Polri adakan riset/penelitian terkait hal ini yang terus berulang. Agar akar permasalahan /embrio masalah dapat diketahui. Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengoreksi regulasi bila diperlukan.
”Hendaknya kita pun lakukan Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan dalam giat intelijen) yang mendalam, bukan melihat parsial dan kejadian semata saja. Perjalanan konflik ini harus kita urut, karena tidak ada peristiwa yang mendadak. Jika kita hanya melihat dinamika versus antar institusi saja maka tidak bisa membaca embrio permasalahan. Ini khan bisa saja merupakan impact dari situasi berkembang atau banyak sebab musabab lain,” ujarnya. (Baca juga: Insiden Mapolres Ciracas, TNI-Polri Perlu Buat Terobosan Pembinaan dan Pengawasan Anggotanya)
Nuning menambahkan, bisa saja pelaku hanya kepanjangan tangan dari pihak yang punya kepentingan untuk meledakkan kekacauan sehingga menghancurkan citra pihak lain. ”Banyak variable pengukur dalam penyelidikan kasus harus masuk sebagai indikator,” tegasnya.
Hal yang penting dilakukan, sambung Nuning, adalah TNI-Polri mengadakan riset terkait masalah pertikaian antar Matra/Institusi yang berulang terus ini. Harus disegerakan TNI maupun Polri adakan riset/penelitian terkait hal ini yang terus berulang. Agar akar permasalahan /embrio masalah dapat diketahui. Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengoreksi regulasi bila diperlukan.
”Hendaknya kita pun lakukan Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan dalam giat intelijen) yang mendalam, bukan melihat parsial dan kejadian semata saja. Perjalanan konflik ini harus kita urut, karena tidak ada peristiwa yang mendadak. Jika kita hanya melihat dinamika versus antar institusi saja maka tidak bisa membaca embrio permasalahan. Ini khan bisa saja merupakan impact dari situasi berkembang atau banyak sebab musabab lain,” ujarnya. (Baca juga: Insiden Mapolres Ciracas, TNI-Polri Perlu Buat Terobosan Pembinaan dan Pengawasan Anggotanya)
Nuning menambahkan, bisa saja pelaku hanya kepanjangan tangan dari pihak yang punya kepentingan untuk meledakkan kekacauan sehingga menghancurkan citra pihak lain. ”Banyak variable pengukur dalam penyelidikan kasus harus masuk sebagai indikator,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :