Menag Instruksikan Jajarannya Dekatkan Umat dengan Agamanya
Kamis, 12 Desember 2024 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak mungkin orang mencuri jika dia beriman, tidak mungkin berzina jika dia beriman, dan tidak mungkin korupsi jika ada iman di hatinya,” ujarnya.
Iman itu, lanjut Menag, adalah simbol antara pemeluk dengan ajaran agamanya. Menerjemahkan ajaran agama (mitos) menjadi sesuatu yang harus diketahui (logos) dan dilaksanakan (etos).
“Jadi mengamalkan apa yang diyakini, menyakini apa yang diamalkan, mengetahui apa yang diamalkan, dan mengamalkan apa yang diketahui. Itulah umat beragama yang konstruktif, sehingga jika agama menjadi habit, kerukunan umat beragama akan berjalan dengan sendirinya,” pungkasnya.
Kegiatan Rakor Sekber dan Launching Grand Design Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno sebagai keynote speech. Selain itu, tampak pula Kepala BMBPSDM Suyitno, pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama, serta peserta dari berbagai Kementerian/lembaga yang terlibat di Sekber.
Iman itu, lanjut Menag, adalah simbol antara pemeluk dengan ajaran agamanya. Menerjemahkan ajaran agama (mitos) menjadi sesuatu yang harus diketahui (logos) dan dilaksanakan (etos).
“Jadi mengamalkan apa yang diyakini, menyakini apa yang diamalkan, mengetahui apa yang diamalkan, dan mengamalkan apa yang diketahui. Itulah umat beragama yang konstruktif, sehingga jika agama menjadi habit, kerukunan umat beragama akan berjalan dengan sendirinya,” pungkasnya.
Kegiatan Rakor Sekber dan Launching Grand Design Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno sebagai keynote speech. Selain itu, tampak pula Kepala BMBPSDM Suyitno, pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama, serta peserta dari berbagai Kementerian/lembaga yang terlibat di Sekber.
(cip)
Lihat Juga :