alexametrics

Prabowo, Panglima TNI, dan Wamenlu Rapat di DPR Bahas Natuna

loading...
Prabowo, Panglima TNI, dan Wamenlu Rapat di DPR Bahas Natuna
Menhan Prabowo Subianto. Foto/Dok SINDO
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) melakukan Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR guna membahas tentang Natuna, Senin (20/1/2020).

Prabowo tiba di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, pukul 10.00 WIB dengan mengenakan setelan jas dan celana berwarna krem. Panglima TNI, Wamenlu, dan Bakamla yang datang secara terpisah.

Prabowo juga sempat menjelaskan kepada wartawan saat ditanya perihal materi rapat dengan Komisi I DPR. "Materinya tentang saya kira banyak beberapa masalah. Saya kira pasti dibicarakan mungkin Natuna, pembangunan kekuatan, beberapa masalah. Tapi dengan menteri-menteri lain kan," ujar Prabowo.



Saat ditanya mengenai strategi pemerintah dalam menangani persoalan Natuna, Ketua Umum Partai Gerindra itu enggan menjawab dan langsung berjalan menuju Ruang Rapat Komisi I DPR. Rapat tersebut berlangsung secara tertutup. (Baca juga: Prabowo Ajak Menhan China Selesaikan Konflik Natuna).

Berdasarkan pantauan media, Raker dan RDP itu dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto. Rapat turut dihadiri oleh Wakil Menhan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Panglima Kogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, Deputi Opslat Bakamla Laksa Bakamla T.S.N.B Hutabarat, Sestana Bakamla Laksda Bakamla S. Irawan dan Dirjen Hukum dan Perjalanan Internasional Kemlu Damos Dumoli Agusman.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak