alexametrics

Kongres PAN Diprediksi Muncul Tiga Calon Bersaing Sengit

loading...
Kongres PAN Diprediksi Muncul Tiga Calon Bersaing Sengit
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio memprediksikan bahwa hanya akan ada tiga calon ketua umum (caketum) yang maju dalam Kongres PAN. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Meskipun banyak desas-desus bahwa akan ada 4-5 calon ketua umum (caketum) dalam Kongres PAN, pengamat politik memprediksikan bahwa hanya akan ada tiga calon yang maju dan sulit diprediksi siapa pemenangnya karena persaingan akan sengit.

“Paling banyak tiga kemungkinan, Zulhas (Zulkifli Hasan, Ketum PAN), Asman (Asman Abnur, Waketum PAN) dan Mulfachri (Mulfachri Harahap, Waketum PAN),” ujar Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio saat dihubungi, Minggu (19/1/2020).

Hendri melihat, calon yang menarik adalah Zulhas yang merupakan calon petahana yang akan bertarung melawan Asman dan Mulfachri. Sementara, dalam sejarah PAN tidak ada Ketum yang menjabat selama dua periode. (Baca juga: Pendiri PAN Minta Amien Rais Tak Campuri Urusan Kongres Bulan Depan)



“Zulhas ini menarik karena lawannya bukan hanya Asman atau Mulfachri tapi juga sejarah tradisi karena belum pernah ada ketum PAN dua kali menjabat, dua periode,” jelasnya.

Terkait dengan potensi kemenangan, pria yang juga akrab disapa Hensat itu mengaku bahwa memang pengaruh Ketua Dewan Kehormatan sekaligus Pendiri PAN Amien Rais sangat berperan dalam menentukan ketum selanjutnya karena Amien masih sangat dihormati akar rumput PAN.

Tetapi, sambung dia, bukan berarti kemenangan akan mudah bagi Mulfachri yang kabarnya didukung oleh Amien Rais. Karena, pengalaman di setiap Kongres PAN selalu berlangsung persaingan yang sengit. Bahkan, dia mengakui demokrasi di internal PAN.

“Biasanya sengit kongres PAN itu. Bagus demokrasi di PAN,” tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak