Menjaga Citra Positif Negara melalui Keprotokolan dan Etika Pergaulan Internasional
Rabu, 04 Desember 2024 - 07:54 WIB
loading...
Pakar Keprotokolan dan Etika Pergaulan Internasional Sandra Erawanto. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Wawasan pengetahuan keprotokolan dan etika pergaulan internasional diperlukan untuk menjaga reputasi negara dan citra positif Indonesia di mata dunia. Dengan memiliki wawasan protokoler, maka siapa pun akan selalu bersikap sopan, santun, dan menjaga penampilan dengan baik.
"Protokol berarti kebiasan-kebiasan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan formalitas, tata urutan, dan etiket," kata Pakar Keprotokolan dan Etika Pergaulan Internasional Sandra Erawanto dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (3/12/2024).
Menurut Sandra Erawanto yang akrab disapa Wawan, keprotokolan tidak terpisahkan dari suatu organisasi, apalagi organisasi pemerintahan yang berhubungan dengan masyarakat.
"Aturan-aturan protokoler ini menjadi acuan institusi pemerintahan dan berlaku secara universal," kata Wawan, alumni S-1 Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), S-2 Master Public Policy dari The Australian National University dan Kandidat Doktor (S-3) di University Kuala Lumpur Malaysia ini.
Wawan menjelaskan, protokol disebut pula sebagai orang yang bertugas mengatur acara yang bersifat formal. Adapun hal-hal yang berhubungan dengan protokol atau bersifat keprotokolan disebut dengan protokoler.
"Protokol berarti kebiasan-kebiasan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan formalitas, tata urutan, dan etiket," kata Pakar Keprotokolan dan Etika Pergaulan Internasional Sandra Erawanto dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (3/12/2024).
Menurut Sandra Erawanto yang akrab disapa Wawan, keprotokolan tidak terpisahkan dari suatu organisasi, apalagi organisasi pemerintahan yang berhubungan dengan masyarakat.
"Aturan-aturan protokoler ini menjadi acuan institusi pemerintahan dan berlaku secara universal," kata Wawan, alumni S-1 Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), S-2 Master Public Policy dari The Australian National University dan Kandidat Doktor (S-3) di University Kuala Lumpur Malaysia ini.
Wawan menjelaskan, protokol disebut pula sebagai orang yang bertugas mengatur acara yang bersifat formal. Adapun hal-hal yang berhubungan dengan protokol atau bersifat keprotokolan disebut dengan protokoler.
Lihat Juga :