Akses Pendidikan Agama bagi Disabilitas Sangat Minim
Selasa, 03 Desember 2024 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
"Beliau mendatangi Nabi SAW untuk memohon bimbingan Islam. Namun diabaikan sebab Rasulullah, sibuk mengadakan rapat dengan petinggi Quraisy tentang hal yang sebenarnya memang prioritas sebab menyangkut nasib kaum muslimin. Kemudian turunlah Surat Abasa itu sebagai peringatan agar Nabi memperhatikannya daripada para pemuka Quraisy itu," katanya. Sejak saat itu Nabi SAW sangat memuliakan sahabatnya yang tuna netra.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Andi Hidayanto menyebut harus ada perubahan paradigma tentang istilah disabilitas. "Saya menyitir Habib Ali al Jufri yang mengubah pengertian tentang disabilitas. Bukan orang yang membutuhkan perlakuan khusus, akan tetapi disabilitas diartikan orang yang mempunyai karunia khusus," katanya.
Cara pandang ini akan mampu untuk memberikan penghargaan yang lebih bagi disabilitas. "Dengan pemaknaan itu kita bisa memberikan kesempatan sama, berkarier dan berkembang dengan para disabilitas," kata Andi yang berharap melalui halaqah ini, UNJ mampu menjadi pelopor pelatihan bahasa isyarat hijaiyyah di Tanah Air.
Hadir beberapa narasumber yaitu Guru Besar UNJ Prof Totok Bintoro, Lembaga Pentashih Al Qur’an Ida Zulfiya, Anggota DPR Hindun Anisah sekaligus kepala sekolah inklusi, Komisi Nasional Disabilitas (KND) Kikin P Tarigan S. Selain itu dihadiri oleh sivitas akademika UNJ dan undangan dari berbagai pesantren dan pegiat disabilitas.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Andi Hidayanto menyebut harus ada perubahan paradigma tentang istilah disabilitas. "Saya menyitir Habib Ali al Jufri yang mengubah pengertian tentang disabilitas. Bukan orang yang membutuhkan perlakuan khusus, akan tetapi disabilitas diartikan orang yang mempunyai karunia khusus," katanya.
Cara pandang ini akan mampu untuk memberikan penghargaan yang lebih bagi disabilitas. "Dengan pemaknaan itu kita bisa memberikan kesempatan sama, berkarier dan berkembang dengan para disabilitas," kata Andi yang berharap melalui halaqah ini, UNJ mampu menjadi pelopor pelatihan bahasa isyarat hijaiyyah di Tanah Air.
Hadir beberapa narasumber yaitu Guru Besar UNJ Prof Totok Bintoro, Lembaga Pentashih Al Qur’an Ida Zulfiya, Anggota DPR Hindun Anisah sekaligus kepala sekolah inklusi, Komisi Nasional Disabilitas (KND) Kikin P Tarigan S. Selain itu dihadiri oleh sivitas akademika UNJ dan undangan dari berbagai pesantren dan pegiat disabilitas.
(abd)
Lihat Juga :