One on One Bersama Kepala BPJPH Haikal Hassan: Silakan Jual Produk Nonhalal asalkan Kasih Tanda

Rabu, 20 November 2024 - 06:26 WIB
loading...
A A A
Tapi enggak akan ada pembaharuan dan harus bayar lagi?

Harus, harus akan saya lakukan itu. Ini bukan ancaman. Nanti kita hitung, nanti kita bikin yang proporsional, yang gede ya harus bayar bener, yang menengah ya ala kadarnya gitu, yang kecil ya gratisin. Entar yang gede bisa subsidi silang gitu aja, enggak usah ribet-ribet.

Pelaku usaha dengan adanya sanksi yang selama ini sudah beredar takut tiba-tiba disidak gitu sama Badan Pengawas.

No, no, no, no, no, please. Kita enggak sidak, kita datang, kita melihat, ternyata ada yang harus diluruskan, ya kita persuasif. Nggak perlu takut, kalau umpamanya Anda bilang usaha kami tidak halal, ya silakan, boleh, please, boleh beredar, saya cuma minta cantumkan itu tidak halal, gitu aja. Ya cuman itu doang. Cuman kalau ada yang berkata gini, enggak bisa bagi kami itu halal, bagi orang yang beragama lain, tentunya misalnya ya enggak apa-apa, Anda mau nyantumin tidak halal, mau cantumin apa mengandung, maaf ya mengandung babi, ya boleh, silakan. Yang kita perlukan ini adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, itu tugas kita itu gitu loh. Tolonglah lihatlah dalam big picture dalam bernegara gitu loh.

Mungkin bisa di-breakdown lebih detail lagi nih, apa saja manfaat dari sertifikasi halal atau urgensinya kenapa produk harus bersertifikasi halal?

Pertama, saya harus mengatakan halal itu is not about muslim authority only ya. Halal itu gaya hidup, halal itu way of life, halal itu lifestyle. Lihat di dunia sekarang, Amerika produknya tuh halal, banyak banget, padahal sedikit komunitas muslimnya. China tuh nomor tiga masuk ke sini, semua barang-barangnya dengan halal. Kita bekerja sama dengan LHLN, Lembaga Halal Luar Negeri, semua tuh sudah ke situ, dan halal itu adalah konsep green, green is not about color ya, green is mean back to nature, green itu more fresh, green itu more clean, green itu ya kebutuhan saat ini, itu sudah trennya.

Saya pernah di Australia dulu, keren nih cerita, tahun 1992 saat pertama kali saya ke Perth, Australia Barat. Waktu itu saya naik sebuah pesawat, saya duduk bukan di bisnis, duduk biasa, tiba-tiba pramugarinya datang ke saya dan hanya memberikan saya makanan. Ingat 92 tahun ini, dan yang lain nggak dikasih makan. What is your opinion? Gile gua diracun, prasangka jelek, kenapa gua doang yang dikasih, yang lain nggak dikasih, kan gue bukan bisnis. Baru kemudian itu Pramugari membawa troli dan membagikan semua. Saya belum buka, saya lihat kanan saya, saya dekat jendela, waktu itu saya lihat oh dia buka, gua buka juga, beda. Dia juga bilang beda dengan lirik gitu ya, saya masih ragu, begitu pramugarinya lewat saya tanya sorry saya bilang why you serve me first than the others? Kenapa kamu melayani saya pertama ke yang lain? Dia langsung berhenti, sorry, sorry, sorry, you are a special guest for us in this di pesawat. Ini apa dibilang, because you are a muslim. (Tahun) 92 dan saya satu-satunya muslim di pesawat Qantas Airlines. Itu kejadian yang saya alami, saya bilang wow this is a special meat, this is halal meat, just only for you. Saya tanya how do you know I'm a muslim? I'm never declare about that. Dia bilang apaan, because your name Sir, your name is Ahmad Haikal Hasan, this mean you are a muslim. So this is a special meat for you, special daging. Aduh, so sweet banget, meleleh, saya makan dengan santainya.

Tahun 92 dunia sudah seperti itu gitu loh, kenapa kita enggak seperti itu gitu loh, menghargai, menghormati, pelabelan halal itu juga menghargai, menghormati, 87% muslim, 89 maybe 90% di sini gitu loh. Di New Zealand itu ada Halal Meet, antre yang beli, muslim, nonmuslim, para bule belinya itu. Kenapa, mahal dua kali lipat dengan yang tanpa sertifikat. Kenapa di sini penyembelihannya ketahuan, pembagiannya kelihatan, clean sekali, yang namanya maaf ya isi perut, usus, apa segala itu dibuang, yang namanya kepala, kaki disingkirkan, hanya daging tok. Itu yang disebut penyembelihannya bagus, semua bagus, enggak ada darah, kan darah kan enggak bisa dimakan ya, disembelih dihabisin darahnya itu loh, dan itu yang akan kita awasi.

Saya buka nih undang-undangnya supaya masyarakat terjamin. Jasa yang meliputi itu penyembelihan, berarti RPH, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan dan atau penyajian. Jadi halal itu everybody need halal, kalau menurut saya sekarang. You need halal, I need halal too.

Dari sisi kesehatan?

Of course kan kalau ada kebersihan, di situ kelihatan kesehatannya. Sorry ya, banyak beredar di TikTok, di Facebook, Twitter, Instagram, pembuatan sosis yang hewannya digelontorin, masih hidup langsung digiling, keluar jadi sosis, bagaimana bisa bilang ini produk yang bisa dimakan, yang sehat ya? Coba lihat ambil dari mikroskop apa yang terjadi, di situ ada isi perutnya, ada kotorannya, ada kepalanya, ada hidungnya, ada matanya, jadi satu semua. Dalam halal itu enggak boleh begitu, hanya daging, hanya daging yang boleh digituin. Jadi, itulah halal sehat, bersih, more health, more fresh, more clean, dan keterbukaan. Thats halal way, that’s halal style.

Ngomong-ngomong kemarin dari kebijakan yang ini sertifikasi halal juga menimbulkan kontroversi, ada protes dari PHRI, mereka kan akan serve alkohol pasti, restoran juga bahan-bahan akan impor, apakah itu dikasih sertifikasi halal atau nggak?

Pertama, saya sudah terima keberatan itu dan saya sudah melalui kementerian, beliau melayangkan suratnya kalau enggak salah ke pariwisata, kan bernaung di bawah pariwisata. Kemarin saya sudah ketemu sama Bu Menteri, lalu kemudian akan dialihkan ke sini, minggu depan kalau enggak Selasa itu kita akan jumpa. Masalahnya adalah menerima kabar separuh. Tetap jual alkohol silakan, cuman kita minta tandanya doang berapa persen, misalnya mengandung babi gitu atau bahkan babi guling, bahkan apa tuh yang HEM itu, yang slicing itu, bacon, itu silakan kagak ada masalah, cuma kita tandain doang mengandung babi. Karena sekali lagi nih negara itu wajib melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, itu doang, karena buat yang muslim kan nggak boleh. Silakan jual alkohol, nggak ada masalah silakan asal kasih tanda.

Jadi masalah alkohol, masalah yang mengandung bahan nonhalal itu boleh dijual?

Boleh silakan, dan tidak perlu datang untuk sertifikasi, enggak perlu. Udah nggak halal, gimana mau disertifikasi.

Terus yang jadi masalah lagi adalah mereka menganggap karena biasanya untuk mengolah makan itu menggunakan bahan-bahan impor yang belum kita ketahui sertifikasi halalnya, itu gimana?

Kan kita kerja sama dengan Departemen Dalam Negeri, Luar Negeri, Perdagangan, Perindustrian, semua kita kerja sama. Yang masuk itu harus mendapat sertifikasi halal, kalau dia halal, kalau enggak halal ya katakan itu tidak halal, lalu katakan sebagai bahan baku mengandung unsur tidak halal. Ya otomatis bahan olahan yang mengandung misalnya gelatin babi misalnya ya nggak boleh. Gini, kalau mengandung unsur yang tidak halal, ya otomatis jadi enggak halal walaupun yang dimasak ayam. Nah unsur-unsur itu yang didatangkan dari luar negeri, kita sudah kerja sama dengan 54 negara dan di 145 LHLN (Lembaga Halal Luar Negeri). Jadi kalau sudah ada tanda halal dari negara yang sudah bekerja sama dengan kita, ya berarti halal asal dicantumkan label halal dari negara masing-masing. Kalau enggak ya berarti mengandung unsur tidak halal, ya kasih tanda produk tidak halal.

Apakah ada peraturan tersendiri berkaitan dengan peredaran produk-produk yang nonhalal di Indonesia?

Peraturannya sama, semua dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2024. Jelas di situ tercantum, yang halal bagaimana, yang tidak halal bagaimana. Intinya kita semua menjamin semua pengusaha don't khawatir, jangan worry, jangan khawatir, silakan, nggak ada masalah, asal kejujuran, keterbukaan, kebersihan, kesegaran, dan semuanya harus terjamin buat bangsa kita.

Terakhir, imbauan apa untuk seluruh pelaku usaha di seluruh Indonesia, haruskah kita tidak perlu takut, tidak perlu merasa ribet dan lain sebagainya?

Saya akan kasih guarantee akan lebih mudah, akan lebih murah, akan lebih cepat semuanya, setelah kita perbaiki sistem ini. Dan nggak ada yang namanya sweeping, nggak ada yang namanya nakut-nakutin, nggak ada semua. Anda berhak berusaha seluas-luasnya, selama cantumkan logo halal kalau itu halal, cantumkan logo tidak halal kalau itu tidak halal. Dan ini berlaku di semua negara kok. Kita juga harus seperti itu, karena kita akan menjadi contoh. Tagline saya itu adalah Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berkontribusi Ekosistem...
Berkontribusi Ekosistem Halal Global, Haikal Hassan Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University
Buku Authentic Halal...
Buku Authentic Halal Brand Diluncurkan, Halal Kini Jadi Identitas dan Kunci Kepercayaan Konsumen
Usai Teken MoU, BPJPH...
Usai Teken MoU, BPJPH dan Barantin Langsung Sidak Pengawasan Produk Impor Berbasis Hewan
Wajib Halal Oktober...
Wajib Halal Oktober 2026 Dorong Perlindungan Konsumen dan Transparansi Produk
Sinergi Ulama dan Pemerintah:...
Sinergi Ulama dan Pemerintah: Kunci Utama Penjaminan Produk Halal di Indonesia
Makanan hingga Kosmetik...
Makanan hingga Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal mulai Oktober 2026
Pedagang Lansia Menangis...
Pedagang Lansia Menangis Histeris Terkena Razia Petugas Saat Sedang Makan
Gempa M 6.7 Guncang...
Gempa M 6.7 Guncang Palu: Update Kondisi Terkini & Peringatan BMKG
AKSI MAHASISWA MELUAS:...
AKSI MAHASISWA MELUAS: Saling Dorong Warnai Demo di Berbagai Daerah!
Rekomendasi
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
Berita Terkini
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved