Menakar Kekuatan Endorsement Jokowi versus Anies Baswedan di Pilkada Jakarta
Selasa, 19 November 2024 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fernando, untuk melihat potensi dukungan bagi masing-masing pasangan, dapat dilihat dari seberapa berpengaruhnya Jokowi atau Anies di Jakarta. “Kalau melihat pilpres dan Pemilihan Legislatif di Jakarta, Anies dan Prabowo memperoleh suara berimbang karena Prabowo hanya unggul 0,6 persen,” tuturnya.
Sedangkan pada saat Pilpres 2024, lanjut dia, masyarakat sudah sangat mengetahui bahwa Jokowi mendukung pasangan Prabowo - Gibran walaupun tidak secara terang-terangan dinyatakan. Selanjutnya, dia mengatakan, hasil pemilihan legislatif memberikan keuntungan bagi Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena perolehan kursi bertambah dari periode sebelumnya.
Dia melanjutkan, sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang identik dengan Jokowi hanya bisa tetap mempertahankan kursi di DPRD Jakarta seperti periode sebelumnya. “Kalau melihat pada hasil pilpres dan pileg di atas maka yang akan bisa memberikan dampak yang berarti bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta adalah Anies Baswedan,” imbuhnya.
Apalagi, kata dia, para loyalis Anies yang berada di Jakarta atau Anak Abah cukup militan sehingga akan terus bergerak membantu memenangkan Pramono Anung - Rano Karno memenangkan Pilkada Jakarta. “Selain itu, kedekatan antara Pramono Anung dengan Jokowi akan dilihat loyalis Jokowi bahwa kalaupun Pramono yang akan memenangkan Pilkada Jakarta tidak menjadi persoalan bagi mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai endorsement Anies ke pasangan Pramono-Rano bisa membuka ceruk baru suara pemilih. Karena, kata dia, selama ini citra yang terbangun adalah Anies lebih akrab dengan barisan Islam politik.
“Inilah yang coba didekati pasangan Pramono-Rano. Sementara Jokowi ingin mengambil suara kalangan nasionalis khususnya loyalisnya sendiri. Mana yang paling kuat, nanti dibuktikan saat pencoblosan dan penghitungan suara,” ujar Fadhli.
Sedangkan pada saat Pilpres 2024, lanjut dia, masyarakat sudah sangat mengetahui bahwa Jokowi mendukung pasangan Prabowo - Gibran walaupun tidak secara terang-terangan dinyatakan. Selanjutnya, dia mengatakan, hasil pemilihan legislatif memberikan keuntungan bagi Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena perolehan kursi bertambah dari periode sebelumnya.
Dia melanjutkan, sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang identik dengan Jokowi hanya bisa tetap mempertahankan kursi di DPRD Jakarta seperti periode sebelumnya. “Kalau melihat pada hasil pilpres dan pileg di atas maka yang akan bisa memberikan dampak yang berarti bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta adalah Anies Baswedan,” imbuhnya.
Apalagi, kata dia, para loyalis Anies yang berada di Jakarta atau Anak Abah cukup militan sehingga akan terus bergerak membantu memenangkan Pramono Anung - Rano Karno memenangkan Pilkada Jakarta. “Selain itu, kedekatan antara Pramono Anung dengan Jokowi akan dilihat loyalis Jokowi bahwa kalaupun Pramono yang akan memenangkan Pilkada Jakarta tidak menjadi persoalan bagi mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai endorsement Anies ke pasangan Pramono-Rano bisa membuka ceruk baru suara pemilih. Karena, kata dia, selama ini citra yang terbangun adalah Anies lebih akrab dengan barisan Islam politik.
“Inilah yang coba didekati pasangan Pramono-Rano. Sementara Jokowi ingin mengambil suara kalangan nasionalis khususnya loyalisnya sendiri. Mana yang paling kuat, nanti dibuktikan saat pencoblosan dan penghitungan suara,” ujar Fadhli.
(rca)
Lihat Juga :