Lakpesdam PBNU: Moderasi Beragama dan Cinta Tanah Air Kunci Hadapi Ideologi Transnasional
Minggu, 17 November 2024 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pendiri Lakpesdam NU Minta Umat Islam Waspada Propaganda Khilafah Dompleng Isu Nasional
“Nasionalisme sama sekali tidak bertentangan dengan Islam justru nasionalisme ini adalah hal yang diajarkan oleh Islam,” ucap Gus Najih.
Penulis buku Tafsir Kebangsaan ini berpendapat bahwa banyak firman Allah yang menyerukan untuk mencintai tanah air, sebagaimana yang termaktub di dalam Alquran, yakni Q.S al-Qasas ayat 85, Q.S al-Baqarah ayat 126, QS al-Taubah ayat 24, Q.S al-Nisa ayat 66 dan Q.S al-Taubah ayat 122.
“Ketika ada yang mengatakan bahwa nasionalisme itu tidak ada dalilnya tentu itu adalah ungkapan yang sangat sembrono, karena hanya berdasarkan pembacaan yang dangkal atas Islam,” ungkapnya.
Selain itu, Gus Najih juga menggarisbawahi pentingnya moderasi beragama sebagai cara untuk menjaga persatuan dan mengembalikan esensi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Menurutnya, masih banyak umat yang belum sepenuhnya memahami semangat kasih sayang yang diajarkan Islam. Penafsiran yang kaku dan tidak melihat karakter budaya bangsa memicu kegaduhan, intoleransi dan radikali-terorisme yang mengatasnamakan agama.
“Kita perlu kembalikan agama ini kepada jati diri yang asli, yaitu rahmatan lil alamin atau yang karakternya adalah wasatiyah, ini dalam bahasa Indonesia disebut moderasi beragama,” tandasnya.
Menurut Gus Najih moderasi beragama menjadi solusi untuk membentengi generasi muda dalam menghadapi ideologi transnasional yang berpotensi mengarah kepada extremisme dan radikal-terorisme.
“Nasionalisme sama sekali tidak bertentangan dengan Islam justru nasionalisme ini adalah hal yang diajarkan oleh Islam,” ucap Gus Najih.
Penulis buku Tafsir Kebangsaan ini berpendapat bahwa banyak firman Allah yang menyerukan untuk mencintai tanah air, sebagaimana yang termaktub di dalam Alquran, yakni Q.S al-Qasas ayat 85, Q.S al-Baqarah ayat 126, QS al-Taubah ayat 24, Q.S al-Nisa ayat 66 dan Q.S al-Taubah ayat 122.
“Ketika ada yang mengatakan bahwa nasionalisme itu tidak ada dalilnya tentu itu adalah ungkapan yang sangat sembrono, karena hanya berdasarkan pembacaan yang dangkal atas Islam,” ungkapnya.
Selain itu, Gus Najih juga menggarisbawahi pentingnya moderasi beragama sebagai cara untuk menjaga persatuan dan mengembalikan esensi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Menurutnya, masih banyak umat yang belum sepenuhnya memahami semangat kasih sayang yang diajarkan Islam. Penafsiran yang kaku dan tidak melihat karakter budaya bangsa memicu kegaduhan, intoleransi dan radikali-terorisme yang mengatasnamakan agama.
“Kita perlu kembalikan agama ini kepada jati diri yang asli, yaitu rahmatan lil alamin atau yang karakternya adalah wasatiyah, ini dalam bahasa Indonesia disebut moderasi beragama,” tandasnya.
Menurut Gus Najih moderasi beragama menjadi solusi untuk membentengi generasi muda dalam menghadapi ideologi transnasional yang berpotensi mengarah kepada extremisme dan radikal-terorisme.
Lihat Juga :