Korona Masih Ada
Senin, 31 Agustus 2020 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun, tampaknya pelonggaran PSBB ini justru malah kebablasan. Banyak masyarakat justru merasa korona sudah hilang. Tak jarang kita melihat kerumuman-kerumunan di tempat umum. Warung-warung kopi dan restoran pun kembali dipadati pengunjung. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga mengakui, disiplin masyarakat masih rendah dalam menerapkan protokol kesehatan.
Pelonggaran PSBB juga berdampak pada aktivitas transportasi umum yang perlahan bangkit. Puncaknya, pada musim liburan 17–23 Agustus lalu jumlah penumpang kereta jarak jauh melonjak hingga 88%. Di sektor angkutan udara pun demikian. Operator Bandara Soekarno Hatta menyebut, terjadi kenaikan pergerakan jumlah penumpang yang mencapai 1,9 juta orang sepanjang periode 1-28 Agustus 2020. Angka itu naik 41% dibanding periode Juli lalu yang hanya 1,34 juta penumpang.
Yang juga terlihat adalah pergerakan kendaraan pribadi dari Jakarta menuju berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan catatan Jasa Marga, perusahaan operator jalan tol, kenaikan trafik pada liburan hari kemerdekaan mencapai hampir 40%. Bahkan, pada saat liburan Iduladha lalu, kenaikan jumlah trafiknya mencapai 50% dibanding hari biasa.
Melihat kembali bergeliatnya roda ekonomi, di satu sisi memberikan harapan di kuartal III/2020 akan membaik. Apalagi berbagai stimulus untuk menggenjot konsumsi secara hampir serentak diberikan kepada masyarakat terdampak. Mulai dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dan gaji ke-13 bagi PNS mulai dicairkan. Sebelumnya, masyaraakat terdampak lain juga diberikan bantuan dalam bentuk uang tunai melalui bantuan langsung tunai dan sembako.
Berbagai bantuan tunai tersebut diharapkan dapat menggenjot daya beli masyarakat sehingga sektor konsumsi kembali tumbuh. Namun, melihat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih terus terjadi, sepertinya agak berat bagi masyarakat untuk meningkatkan konsumsi. Kekhawatiran akan pandemi yang masih belum ketahuan kapan akan berakhir, membuat masyarakat cenderung lebih berhemat. Pilihan itu cukup realistis mengingat tidak ada jaminan korona menghilang meski vaksin sudah diujicobakan.
Pelonggaran PSBB juga berdampak pada aktivitas transportasi umum yang perlahan bangkit. Puncaknya, pada musim liburan 17–23 Agustus lalu jumlah penumpang kereta jarak jauh melonjak hingga 88%. Di sektor angkutan udara pun demikian. Operator Bandara Soekarno Hatta menyebut, terjadi kenaikan pergerakan jumlah penumpang yang mencapai 1,9 juta orang sepanjang periode 1-28 Agustus 2020. Angka itu naik 41% dibanding periode Juli lalu yang hanya 1,34 juta penumpang.
Yang juga terlihat adalah pergerakan kendaraan pribadi dari Jakarta menuju berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan catatan Jasa Marga, perusahaan operator jalan tol, kenaikan trafik pada liburan hari kemerdekaan mencapai hampir 40%. Bahkan, pada saat liburan Iduladha lalu, kenaikan jumlah trafiknya mencapai 50% dibanding hari biasa.
Melihat kembali bergeliatnya roda ekonomi, di satu sisi memberikan harapan di kuartal III/2020 akan membaik. Apalagi berbagai stimulus untuk menggenjot konsumsi secara hampir serentak diberikan kepada masyarakat terdampak. Mulai dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dan gaji ke-13 bagi PNS mulai dicairkan. Sebelumnya, masyaraakat terdampak lain juga diberikan bantuan dalam bentuk uang tunai melalui bantuan langsung tunai dan sembako.
Berbagai bantuan tunai tersebut diharapkan dapat menggenjot daya beli masyarakat sehingga sektor konsumsi kembali tumbuh. Namun, melihat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih terus terjadi, sepertinya agak berat bagi masyarakat untuk meningkatkan konsumsi. Kekhawatiran akan pandemi yang masih belum ketahuan kapan akan berakhir, membuat masyarakat cenderung lebih berhemat. Pilihan itu cukup realistis mengingat tidak ada jaminan korona menghilang meski vaksin sudah diujicobakan.
(ras)