PKS Minta Prabowo Tunjukkan Nasionalismenya Hadapi China di Natuna

Senin, 06 Januari 2020 - 08:59 WIB
PKS Minta Prabowo Tunjukkan...
PKS Minta Prabowo Tunjukkan Nasionalismenya Hadapi China di Natuna
A A A
JAKARTA - Juru Bicara DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Kholid merespons kembali pernyataan Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak yang tidak menerima kritik Prabowo dianggap tidak tegas menyikapi manuver China di perairan Natuna.

"Bung Dahnil, jangan merespons kritik itu secara personal. Kritik PKS itu substantif dan proprosional sebagai bentuk pengawasan publik kepada pejabat publik," kata Kholid kepada wartawan, Senin (6/1/2020).

Menurut Kholid, sejatinya, penguasa lebih membutuhkan kritik dibandingkan pujian. Dengan demikian, dia meminta jangan alergi dengan kritikan. Karena kritikan itu menyehatkan bagi kekuasaan.

Kholid mengatakan, PKS sebagai sahabat mengingatkan agar Prabowo sebagai Menteri Pertahanan tetap bersikap benar dan pantas dalam menjaga kedaulatan NKRI.

"Istana, Menlu dan TNI sudah tegas dan lugas sikapnya. Jadi jangan membingungkan publik dengan sikap yang terkesan lembek dan santai. Itu tidak baik dan tidak pantas," ujarnya. (Baca juga: Geram China Klaim Natuna, Ustaz Tengku Zulkarnain Siap Korbankan Nyawa )

Kholid mengatakan, ada saatnya pemerintah bersikap friendly dengan negara sahabat. Namun ada saatnya juga negara harus menunjukan sikap tegas, lugas dan berwibawa, karena terkait isu Natuna ini menyangkut kedaulatan bangsa.

Kholid mengaku yakin Prabowo seorang nasionalis dan patriot. Karena itu, pihaknya meminta Prabowo menunjukkan hal tersebut dalam sikap dan pernyataaannya.

"Pilihan diksi dalam diplomasi sangat penting. Karena itu mencerminkan sikap politik kita," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dahnil angkat suara terkait pernyataan PKS yang menilai Prabowo tidak tegas menyikapi masalah Natuna. Dahnil menganggap, pernyataan PKS ingin menurunkan wibawa Prabowo sebagai Menhan.

"Pernyataan PKS saya pahami sebagai pernyataan politik yang sarat dengan modus men-down grade Menhan. Abai dengan fakta bahwa sikap Menhan ya sama dengan seperti disampaikan Menlu sebagai otoritas diplomasi luar negeri," ucap Dahnil melalui akun Twitter resminya, Sabtu 4 Januari 2020.
(dam)
Berita Terkait
Gelombang Tenang Menyimpan...
Gelombang Tenang Menyimpan Ancaman: Konflik Laut China Selatan dan Kedaulatan Indonesia
Pakar: Manuver China...
Pakar: Manuver China di Laut Natuna Utara Harus Disikapi Tegas
Laut China Selatan Memanas,...
Laut China Selatan Memanas, PKS Minta Perketat Kawasan Strategis Nasional
Negara yang Pernah Mengklaim...
Negara yang Pernah Mengklaim Laut Natuna Sebagai Wilayahnya, Siapa Saja?
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Pernyataan JAKI Sebagai...
Pernyataan JAKI Sebagai Majelis Rakyat Global untuk Mewujudkan Resolusi Konflik Laut China Selatan
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved