PBNU Gelar Standardisasi Imam dan Khatib Jumat
Rabu, 13 November 2024 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PBNU Ahmad Fahrurrozi mengingatkan para peserta akan pentingnya menyampaikan khutbah dengan bahasa yang baik, singkat, dan padat.
Baca juga: Jadi Ketum PBNU, Gus Yahya Punya Agenda Menghidupkan Sosok Gus Dur
“Sebagai khatib, kita harus memahami kebutuhan jemaah dan menyampaikan khutbah tanpa isu polemik yang dapat memecah belah. Penampilan dan penyampaian yang baik harus diutamakan, karena mimbar adalah tempat yang menyampaikan kebaikan dan kedamaian,” tegasnya.
Ahmad juga menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam dalam bacaan tajwid, agar imam tidak hanya sekadar hafalan namun juga memahami arti dan makna dari bacaan Al-Qur’an yang disampaikan.
Acara ini dihadiri oleh 107 peserta dari kalangan tokoh-tokoh NU, kiai, ulama dan para dai yang biasa menyampaikan khutbah di masjid daerahnya masing-masing.
Baca juga: Jadi Ketum PBNU, Gus Yahya Punya Agenda Menghidupkan Sosok Gus Dur
“Sebagai khatib, kita harus memahami kebutuhan jemaah dan menyampaikan khutbah tanpa isu polemik yang dapat memecah belah. Penampilan dan penyampaian yang baik harus diutamakan, karena mimbar adalah tempat yang menyampaikan kebaikan dan kedamaian,” tegasnya.
Ahmad juga menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam dalam bacaan tajwid, agar imam tidak hanya sekadar hafalan namun juga memahami arti dan makna dari bacaan Al-Qur’an yang disampaikan.
Acara ini dihadiri oleh 107 peserta dari kalangan tokoh-tokoh NU, kiai, ulama dan para dai yang biasa menyampaikan khutbah di masjid daerahnya masing-masing.
(shf)
Lihat Juga :