Beberkan Empat Fakta, Indonesia Lawan Klaim China soal Natuna

Jum'at, 03 Januari 2020 - 17:24 WIB
Beberkan Empat Fakta,...
Beberkan Empat Fakta, Indonesia Lawan Klaim China soal Natuna
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Kepulauan Natuna milik Indonesia sesuai keputusan United Nation Convention of the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 atau Hukum Laut Internasional yang disahkan PBB 1982.

Hal ini diungkapkan Retno usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri membahas tentang Natuna di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta (3/1/2020). Pernyataan Retno untuk menjawab klaim sepihak China bahwa Natuna masuk dalam teritorial lautnya yang disebut Nine Dash Line. (Baca juga: Pejaga Pantai China Langgar Kedaulatan RI di Perairan Natuna ) .

Retno mengatakan, pemerintah telah mengambil langkah terkait Natuna yang diklaim China sebagai teritorial mereka. “Bahwa kami baru saja melakukan rapat koordinasi untuk menyatukan dan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menyikapi situasi di Perairan Natuna,” ungkapnya.

Retno menegaskan ada empat sikap yang diambil Indonesia terkait klaim China atas Natuna. “Di dalam rapat tersebut kita menekankan kembali. Pertama, telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal Tiongkok di wilayah ZEE Indonesia,” katanya.

“Kedua wilayah ZEE Indonesia telah ditetapkan oleh hukum internasional yaitu melalui UNCLOS 1982. Ketiga, Tiongkok merupakan salah satu parties (anggota) dari UNCLOS 1982. Oleh karena itu merupakan kewajiban bagi Tiongkok untuk menghormati, implementasi dari UNCLOS 1982,” tegas Retno. (Baca juga: Kapal China Terobos Natuna, Begini Reaksi Susi Pudjiastuti )

Retno juga menegaskan Indonesia tidak akan mengakui klaim Nine Dash Line sebagai batas teritorial laut China. “Keempat Indonesia tidak pernah akan mengakui Nine-Dash Line, klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum Internasional terutama UNCLOS 1982,” katanya.

Diketahui, rapat koordinasi tersebut dilakukan bersama Menkopolhukam Mahfud Md, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
(dam)
Berita Terkait
Gelombang Tenang Menyimpan...
Gelombang Tenang Menyimpan Ancaman: Konflik Laut China Selatan dan Kedaulatan Indonesia
Pakar: Manuver China...
Pakar: Manuver China di Laut Natuna Utara Harus Disikapi Tegas
Negara yang Pernah Mengklaim...
Negara yang Pernah Mengklaim Laut Natuna Sebagai Wilayahnya, Siapa Saja?
Pernyataan JAKI Sebagai...
Pernyataan JAKI Sebagai Majelis Rakyat Global untuk Mewujudkan Resolusi Konflik Laut China Selatan
Apakah Indonesia Berbatasan...
Apakah Indonesia Berbatasan dengan Laut China Selatan? Ini Jawabannya
Konflik di Laut China...
Konflik di Laut China Selatan
Berita Terkini
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved