BPJS Kesehatan Gandeng Kader Surabaya Hebat Tingkatkan Pemahaman JKN bagi Masyarakat
Kamis, 07 November 2024 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
David menjelaskan komunitas Kader Surabaya Hebat dan Kader JKN bisa menjadi agen perubahan dalam meningkatkan pemahaman seluruh masyarakat terhadap jaminan kesehatan. Menurutnya, keberadaan komunitas ini bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah atau lembaga kesehatan untuk meningkatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih mudah diakses oleh masyarakat.
"Komunitas sering kali memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan tantangan kesehatan di lingkungannya. Dengan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat, komunitas dapat menyampaikan informasi kesehatan yang relevan dan mudah dipahami," ujar David.
Khusus Program JKN, tambah David, sangat penting bagi para kader komunitas untuk memiliki pemahaman lebih terhadap Program JKN. Harapannya, setelah kegiatan ini, seluruh kader bisa melakukan transfer knowledge, sehingga warga binaannya di kelurahannya masing-masing bisa memahami arti penting dari penyelenggaraan Program JKN.
"Dalam Program JKN, masyarakat harus memahami bagaimana pentingnya Program JKN yang bisa menjadi penjamin kesehatan. Kemudian, pentingnya mengetahai bagaimana alur pelayanan ke fasilitas kesehatan hingga alur dalam melakukan pendaftaran peserta, baik peserta mandiri maupun peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Selanjutnya yang paling penting adalah harapannya melalui peran komunitas ini masyarakat bisa memahami hak dan kewajiban serta manfaat dari Program JKN," tutur David.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat untuk bisa memiliki akses layanan yang adil dan merata. Terbukti, komitmen tersebut berbuah manis dengan tercapainya capaian Universal Health Coverage (UHC) dengan jumlah kepesertaan 99,59 persen dengan tingkat keaktifan sebanyak 80,95 persen per November 2024.
"Komunitas sering kali memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan tantangan kesehatan di lingkungannya. Dengan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat, komunitas dapat menyampaikan informasi kesehatan yang relevan dan mudah dipahami," ujar David.
Khusus Program JKN, tambah David, sangat penting bagi para kader komunitas untuk memiliki pemahaman lebih terhadap Program JKN. Harapannya, setelah kegiatan ini, seluruh kader bisa melakukan transfer knowledge, sehingga warga binaannya di kelurahannya masing-masing bisa memahami arti penting dari penyelenggaraan Program JKN.
"Dalam Program JKN, masyarakat harus memahami bagaimana pentingnya Program JKN yang bisa menjadi penjamin kesehatan. Kemudian, pentingnya mengetahai bagaimana alur pelayanan ke fasilitas kesehatan hingga alur dalam melakukan pendaftaran peserta, baik peserta mandiri maupun peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Selanjutnya yang paling penting adalah harapannya melalui peran komunitas ini masyarakat bisa memahami hak dan kewajiban serta manfaat dari Program JKN," tutur David.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat untuk bisa memiliki akses layanan yang adil dan merata. Terbukti, komitmen tersebut berbuah manis dengan tercapainya capaian Universal Health Coverage (UHC) dengan jumlah kepesertaan 99,59 persen dengan tingkat keaktifan sebanyak 80,95 persen per November 2024.
Lihat Juga :