HLF MSP dan IAF Perkuat Posisi Indonesia dan Solidaritas Global

Rabu, 06 November 2024 - 17:59 WIB
loading...
HLF MSP dan IAF Perkuat...
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Hukum dan HAM Komdigi, Astrid Ramadiah Wijaya, mengatakan, HLF MSP dan IAF perkuat posisi Indonesia dan solidaritas global. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan High Level Forum on Multi Stakeholder Partnerships (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 telah menghasilkan berbagai kesepakatan penting. Forum ini memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional serta menghidupkan kembali semangat solidaritas antarnegara, khususnya di Asia dan Afrika .

Sebagai bagian dari upaya ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Dit Polhukam), bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, menyelenggarakan Forum Literasi Politik, Hukum, dan Keamanan Digital (FIRTUAL) dengan tema Menguatkan Solidaritas Global: HLF MSP dan IAF ke-2 dan Peran Indonesia di Kancah Internasional.

Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Hukum dan HAM Komdigi, Astrid Ramadiah Wijaya, mengungkapkan harapan bahwa forum ini akan menghidupkan kembali semangat persaudaraan Asia-Afrika dan mendorong adopsi solusi digital demi pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Jelang 70 Tahun KAA, Menlu Retno Ajak Perkuat Solidaritas Global Selatan melalui Bandung Spirit

"Kegiatan ini diharapkan akan menghidupkan kembali semangat persaudaraan dan solidaritas antarnegara Asia dan Afrika, serta mendorong upaya kolektif dalam mengadopsi solusi digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan," ungkap Astrid, Rabu (6/11/2024).

Astrid juga menegaskan bahwa HLF MSP dan IAF ke-2 menjadi wadah penting untuk memperkuat kemitraan lintas sektor guna mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Ia menekankan bahwa Indonesia menegaskan kembali peran penting Global Selatan sebagai penggerak perubahan, berdasarkan Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.

Baca juga: Prabowo Subianto: Pergeseran Orientasi Kebijakan Luar Negeri dan Strategi Diplomasi

"Bandung Spirit terus menjadi landasan kuat dalam membangun solidaritas dan kolaborasi di antara negara-negara berkembang di berbagai sektor, seperti ekonomi, pembangunan, dan social," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Pantri Muthriana Erza Killian, menyoroti posisi Indonesia sebagai bridge-builder yang berperan aktif dalam menghubungkan berbagai kepentingan di kancah internasional.

"Semakin besarnya peran Indonesia, biasanya diikuti dengan ambisi yang semakin besar. Indonesia memiliki kepentingan dalam memenuhi ekspektasi domestik, memastikan stabilitas politik dan keamanan, serta menjamin kontinuitas pemerintahan," kata Pantri.



Selain itu, Nur Kholis, seorang Key Opinion Leader (KOL) yang akrab disapa Koko menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyuarakan pesan-pesan perdamaian di platform digital. Ia menegaskan bahwa pengaruh di media sosial tidak tergantung jumlah pengikut, namun pada dampak positif yang diberikan.

"Kita tidak perlu punya banyak followers untuk bisa menyebarkan sesuatu yang positif di media sosial. Tidak perlu ragu, karena lingkungan kita semua di sana. Bukan sekadar pengaruh besar atau kecil, namun pengaruh apa yang sudah kita kasih," katanya.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi global yang kuat, HLF MSP dan IAF ke-2 mempertegas komitmen Indonesia dalam memperkuat solidaritas internasional dan memajukan pembangunan berkelanjutan bagi kawasan Asia dan Afrika.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Komdigi Sebut Registrasi...
Komdigi Sebut Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik Sederhana dan Cepat, Begini Prosesnya
Komdigi Wajibkan Registrasi...
Komdigi Wajibkan Registrasi SIM Card Wajib Gunakan Biometrik untuk Pengguna Baru Mulai Awal Juli
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Jalur UTBK Universitas...
Jalur UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Rekomendasi
Bukan Modal Besar, Refa...
Bukan Modal Besar, Refa Ardhi Sebut Hal Ini yang Membantunya Raih 1 Juta Subscribers
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Berita Terkini
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved