Terjun Bersihkan Sampah Kali Cipinang, Menteri LH Ajak Masyarakat Jaga Mutu Air Sungai
Sabtu, 02 November 2024 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Hanif menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang serius dan langkah-langkah besar yang telah disusun dan akan terus dipantau. Ia berkomitmen untuk memperkuat segala instrumen yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi dan akan mengambil langkah penegakan hukum terkait pencemaran lingkungan, bahkan proses pidana jika diperlukan.
Dalam dialog dengan warga, Hanif mendapat laporan mengenai pembuangan tinja ilegal di Kelurahan Cipinang Besar Selatan. Ia menyatakan bahwa masalah ini akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Sebagai langkah awal pengelolaan sampah di DAS Cipinang, KLH telah memasang jaring sampah di tiga lokasi utama: Pekayon, Kampung Makassar, dan Cipinang Besar Selatan. Sampah dari ketiga titik ini akan dikumpulkan secara rutin oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Gerakan perbaikan kualitas air ini akan dilanjutkan dalam 100 hari kerja KLH/BPLH di DAS Ciliwung, Bengawan Solo, dan Brantas. Program intervensi yang direncanakan mencakup penataan area tepi sungai, pembinaan terhadap industri sekitar sungai, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, serta gerakan bersih sungai bersama masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan revitalisasi Program Kali Bersih (Prokasih), yang menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki kualitas air sungai. Keberhasilan pelaksanaan Prokasih akan diukur dalam Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) yang dinilai setiap tahunnya oleh KLH/BPLH.
Dalam dialog dengan warga, Hanif mendapat laporan mengenai pembuangan tinja ilegal di Kelurahan Cipinang Besar Selatan. Ia menyatakan bahwa masalah ini akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Sebagai langkah awal pengelolaan sampah di DAS Cipinang, KLH telah memasang jaring sampah di tiga lokasi utama: Pekayon, Kampung Makassar, dan Cipinang Besar Selatan. Sampah dari ketiga titik ini akan dikumpulkan secara rutin oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Gerakan perbaikan kualitas air ini akan dilanjutkan dalam 100 hari kerja KLH/BPLH di DAS Ciliwung, Bengawan Solo, dan Brantas. Program intervensi yang direncanakan mencakup penataan area tepi sungai, pembinaan terhadap industri sekitar sungai, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, serta gerakan bersih sungai bersama masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan revitalisasi Program Kali Bersih (Prokasih), yang menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki kualitas air sungai. Keberhasilan pelaksanaan Prokasih akan diukur dalam Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) yang dinilai setiap tahunnya oleh KLH/BPLH.
(abd)
Lihat Juga :