Perubahan Kebijakan, Dinamika Logis

Selasa, 29 Oktober 2024 - 13:04 WIB
loading...
Perubahan Kebijakan,...
Hendarman - Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/ Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Foto/Dok Pribadi
A A A
Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan

Sejumlah wacana muncul dari menteri-menteri Kabinet Merah Putih untuk meninjau kembali berbagai kebijakan yang sudah diluncurkan pendahulu-pendahulu mereka. Wacana tersebut muncul sebagai konsumsi publik pada berbagai media resmi maupun tidak resmi. Pernyataan yang dilontarkan ke publik tersebut mungkin menimbulkan pendapat yang berbeda dari berbagai kalangan masyarakat. Pendapat pro-kontra tersebut sangat alami karena berbagai sudut pandang yang memengaruhi pendapat masing-masing pihak.

Pernyataan tersebut juga disampaikan oleh menteri yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah. Dikatakannya bahwa kebijakan yang terkait beberapa episode Merdeka Belajar akan menjadi perhatian dalam periode kepemimpinannya. Menarik untuk diikuti dan disikapi karena sesungguhnya peninjauan kembali sebuah kebijakan yang sudah ada, merupakan sesuatu yang lumrah dalam dinamika pemerintahan.

Hal ini bukan sesuatu yang aneh. Setiap transisi perubahan kepemimpinan di negeri ini pastinya sudah ditunggu berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, termasuk komunitas pendidikan. Pertanyaan yang mendasar dalam sektor pendidikan, misalnya, adalah apakah akan terjadi perubahan terhadap kebijakan yang selama lima tahun terakhir berlabelkan “Merdeka Belajar”. Atau malah sebaliknya, yaitu kebijakan dalam bentuk episode-episode tersebut akan dilanjutkan sebagaimana yang sudah dirancang sebelumnya.

Mengelola pendidikan bukan merupakan hal yang mudah. Tidak hanya terjadi di negeri ini, tetapi juga di berbagai belahan dunia. Tidak mudah karena pendidikan pada kenyataannya seringkali dipengaruhi oleh intervensi berbagai kepentingan, termasuk dinamika global yang terjadi begitu cepat. Suatu kebijakan mungkin akan baik pada saat diluncurkan, tetapi kemudian memerlukan pencermatan dan perhatian khusus dalam beberapa tahun implementasinya.

Apakah salah ketika muncul wacana untuk mengkaji, mengubah dan bahkan merombak kebijakan yang sudah diputuskan sebelumnya?

Evaluasi Kebijakan
Dalam disiplin ilmu kebijakan publik, keinginan untuk mengkaji kebijakan yang sudah ada, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari siklus kebijakan itu sendiri. Proses ini untuk memastikan efektivitas, efisiensi, dan dampak dari kebijakan yang telah diterapkan. Melalui proses ini ada beberapa manfaat. Pertama, membantu dalam memahami sejauh mana kebijakan mencapai tujuannya. Kedua, memberikan dasar untuk perbaikan dan pengambilan keputusan yang lebih baik di masa depan.

Apabila ada anggapan bahwa pergantian menteri dimaknai sebagai pergantian kebijakan, sebenarnya tidak tepat sama sekali. Pernyataan menteri tertentu yang berniat untuk mengkaji ulang merupakan sah-sah saja, sepanjang tidak didasarkan atas tingkat emosional atau keinginan adanya warisan atau legacy selama periode kepemimpinannya. Yang harus dipastikan, evaluasi dilakukan secara sistematis untuk menilai bagaimana suatu kebijakan dijalankan, serta seberapa efektif dan efisien kebijakan tersebut dalam mencapai tujuannya. Seperti yang diingatkan Rossi, Lipsey, & Freeman (2023), bahwa proses evaluasi tersebut harus didasarkan atas data yang dianalisis untuk memastikan kebijakan sebelumnya memiliki hasil dan dampak.

Pertanyaan yang mungkin muncul, apakah dalam periode sebelumnya belum pernah dilakukan kajian terhadap implementasi beberapa episode Merdeka Belajar yang diluncurkan? Atau pertanyaan lain, apabila memang pernah dilakukan, apakah kajian atau evaluasi tersebut dijadikan sebagai masukan untuk memperbaiki implementasi kebijakan yang sudah ada?

Chen & Lee (2022) mengatakan bahwa evaluasi kebijakan biasanya mencakup beberapa aspek utama, yaitu efektivitas (apakah tujuan kebijakan tercapai?); efisiensi (sejauh mana sumber daya digunakan secara optimal?); dan dampak (apa efek jangka panjang dari kebijakan?). Evaluasi ini berperan penting dalam memberikan informasi yang relevan untuk perbaikan dan penyesuaian kebijakan. Mengutip pendapat Vedung (2023), bahwa mengevaluasi kebijakan yang sudah ada sebelumnya akan membantu menilai apakah kebijakan tertentu memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dan sejauhmana proses implementasinya mempengaruhi hasil yang diinginkan.

Dinamika Logis
Masyarakat pastinya akan mengikuti dengan seksama berbagai kebijakan pendidikan di masa yang akan datang. Masyarakat selama ini menjadi salah satu komponen sasaran kebijakan yang terkadang ditempatkan dalam posisi lebih sebagai obyek penderita ketimbang subyek pembuat atau perumus kebijakan itu sendiri.

Yang pasti, mereka tidak akan menerima apabila yang diberikan bukti atau indikator sukses atau keberhasilan hanya berupa praktik baik yang dilakukan pada daerah atau lingkungan terbatas. Mereka sudah tahu bahwa tanpa adanya sentuhan kebijakan baru di lingkungan tersebut sudah pasti akan memberikan hasil dan dampak yang baik.

Dinamika logis seyogianya dipahami dalam bentuk kemungkinan terjadi perombakan dan perubahan terhadap kebijakan yang sudah ada, yang dikuatkan bukti (evidence) adanya kendala atau kegagalan kebijakan sebelumnya. Sebagaimana dikatakan oleh Shadish, Cook, & Leviton (2023), umpan balik yang konstruktif berupa informasi tentang apa yang berfungsi dan apa yang tidak akan memperbaiki kualitas kebijakan.

Dinamika logis juga dimaknai sebagai sebuah prasyarat bahwa adanya sebuah kebijakan harus diikuti dengan optimalisasi penggunaan anggaran dalam implementasi kebijakan tersebut. Dengan menilai biaya dan manfaat, evaluasi membantu dalam alokasi sumber daya yang lebih efisien (Briggs & Fenton, 2023).

Rencana untuk mengevaluasi dan mengkaji kebijakan yang sudah ada tentunya harus didukung. Yang tidak didukung adalah apabila kebijakan yang sudah ada dibatalkan atau tidak ditindaklanjuti, tanpa adanya argumentasi kemengapaan keputusan tersebut diambil. Keputusan tersebut menjadi kewenangan dan keputusan menteri yang baru karena bagaimanapun ada yang harus dipedomani yaitu visi dan misi dari kepala pemerintahan di negeri ini.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Kekayaan Seskab Teddy...
Kekayaan Seskab Teddy Capai Rp20,1 Miliar di LHKPN
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Rekomendasi
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Paus Fransiskus, Pembawa...
Paus Fransiskus, Pembawa Perubahan dan Keterbukaan Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved