Cawe-Cawe Jokowi Jadi Penghambat Cita-Cita Kabinet Zaken Prabowo

Rabu, 23 Oktober 2024 - 12:27 WIB
loading...
Cawe-Cawe Jokowi Jadi...
Cawe-cawe Joko Widodo (Jokowi) dinilai menjadi salah satu penghambat bagi cita-cita Presiden Prabowo Subianto membentuk Kabinet Zaken. Foto/Dok Setpres
A A A
JAKARTA - Cawe-cawe Joko Widodo (Jokowi) dinilai menjadi salah satu penghambat bagi cita-cita Presiden Prabowo Subianto membentuk Kabinet Zaken. Ekonom senior Indef Didin Damanhuri menilai terdapat lima faktor yang akan menghambat cita-cita Prabowo untuk membentuk kabinet yang didominasi oleh kalangan profesional itu.

Adapun salah satunya, pengaruh atau campur tangan Presiden ke-7 RI Jokowi yang memasukkan 17 menterinya dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran. Menurut Didin, hal ini membuat Prabowo tidak leluasa dalam menjalankan jabatannya sebagai Kepala Negara.

Faktor penghambat lainnya yaitu, pengaruh lingkaran bisnis serta beberapa pos kementerian dan wakil kementerian yang diduga berasal dari oligarki yang mempunyai kepentingan bisnis. Ketiga, Menteri Pendidikan, Dikdasmen, Menteri agama dan lain-lain yang berasal dari pihak profesional.

Baca juga: 17 Menteri Jokowi Masuk Kabinet Merah Putih Prabowo, Satu Wamen Naik Posisi



Kemudian terakhir, kepentingan lembaga-lembaga keuangan internasional IMF/world bank yang juga memainkan peranan dalam menunjuk menteri-menteri Prabowo, sehingga lembaga-lembaga itu tidak ingin kepentingannya terganggu.

Didin menambahkan, Kabinet Gemuk Prabowo saat ini juga menjadi permasalahan dalam mewujudkan cita-cita Kabinet Zaken. Hal itu lantaran menteri dan wakil menteri dalam Kabinet yang diberi nama Merah Putih ini berjumlah lebih dari 100 orang.

"Apakah kabinet gemuk Prabowo akan menjadi transisional sifatnya? Dari pidato pelantikan Prabowo relatif mencerminkan siapa Prabowo. Tapi apakah akan mencerminkan seluruh keinginan dan cita-cita program Prabowo. Apakah bisa diwujudkan oleh kabinet gemuk?" katanya, Rabu (23/10/2024).

Baca juga: Baru 1-2 Hari Dilantik, 5 Anak Buah Prabowo Sudah Bikin Kontroversi

Didin pun menilai, pendekatan yang digunakan oleh Prabowo yaitu strategi Basic Need approach. Hal ini pun sangat berbeda sekali dengan program Jokowi selama 10 tahun.

"Basic need approach mirip dengan program pemerataan dari era Soeharto. Sistem ini menggynakan pendekatan yang berbeda untuk mengani masalah korupsi, kemiskinan, dan swasembada pangan dan energi, hilirisasi yang lebih luas tidak hanya nikel, subsidi langsung ke keluarga-keluarga. (Dan ini) adalah pendekatan yang sangat berbeda dengan program Jokowi 2014, dan 2019," kata Didin.

Ia pun menyoroti pidato Prabowo yang menurutnya berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan dengan orientasi kerakyatan. Sehingga, nantinya seluruh program diarahkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

"Lalu bagaimana mendelivernya? Harus ada koreksi terhadap platform pemerintahan pada 10 tahun terakhir yang banyak merugikan masyarakat bawah," pungkas Didin.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Rekomendasi
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved