Baru 1-2 Hari Dilantik, 5 Anak Buah Prabowo Sudah Bikin Kontroversi
Rabu, 23 Oktober 2024 - 11:20 WIB
loading...
Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah dilantik. Lima orang di antaranya jadi sorotan alias membuat kontroversi. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah dilantik. Lima orang di antaranya jadi sorotan publik alias membuat kontroversi.
Diketahui, 48 menteri dan 56 wakil menteri (wamen) telah dilantik Prabowo. Selain itu, Prabowo juga melantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden.
Adapun pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2024. Setelah dilantik, lima anak buah Prabowo jadi sorotan. Siapa saja?
Baca juga: Menanti Gebrakan 100 Hari Pertama Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
![Baru 1-2 Hari Dilantik, 5 Anak Buah Prabowo Sudah Bikin Kontroversi]()
Foto/Dok SINDOnews
Dia menjabat Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Pernyataan politikus Partai Bulan Bintang (PBB) mengenai kerusuhan 1998 jadi sorotan publik.
Yusril menyatakan bahwa tidak ada kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi beberapa tahun terakhir. Termasuk dalam peristiwa kerusuhan Mei 1998 yang berdampak pada tumbangnya Orde Baru.
Hal tersebut disampaikan Yusril saat menanggapi permasalahan HAM yang akan menjadi fokus di kementeriannya usai dilantik menjadi Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. "Selama beberapa tahun terakhir tidak terjadi kasus pelanggaran HAM yang berat," kata Yusril di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Yusril pun mengklarifikasi pernyataannya soal peristiwa 1998. Sebelumnya, ia menyebut tragedi yang berujung tumbangnya Orde Baru itu bukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.
Yusril menjelaskan ulang pernyataannya kepada awak media sebelum pelantikan menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024).
"Ya semuanya nanti kita lihat apa yang direkomendasikan oleh Komnas HAM kepada pemerintah. Karena kemarin tidak begitu jelas apa yang ditanyakan kepada saya apakah terkait masalah genocide ataukah ethnic cleansing? Kalau memang dua poin itu yang ditanyakan, memang tidak terjadi pada waktu 1998," kata Yusril kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
![Baru 1-2 Hari Dilantik, 5 Anak Buah Prabowo Sudah Bikin Kontroversi]()
Foto/Dok SINDOnews
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang menjabat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ini juga menjadi sorotan publik. Betapa tidak, Yandri menggunakan kop dan stempel kementerian untuk undangan Haul ibundanya, sekaligus hari Santri dan Tasyakuran.
Surat edaran dari Yandri Susanto berisikan arahan untuk para kepala desa di wilayah Kramat Watu, Serang, Banten untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Hal itu diketahui dari unggahan Mantan Menko Polhukam Mahfud MD di akun X (sebelumnya Twitter).
Terlihat surat tersebut ditanda tangani oleh Yandri pada 21 Oktober 2024 atau bertepatan dengan hari dia dilantik sebagai Menteri oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat itu, acara haul dilaksanakan pada hari ini 22 Oktober 2024 pagi di Pondok Pesantren BAI Mahdi Sholeh Ma’mun.
Mahfud pun memberikan saran kepada Yandri atas ada surat tersebut. “Saran hari ke-2 kpd Menteri Desa. Kalau benar surat di bwh ini dari Menteri, maka ini keliru,” kata Mahfud di akun X-nya @mohmahfudmd, Selasa (22/10/2024).
Diketahui, 48 menteri dan 56 wakil menteri (wamen) telah dilantik Prabowo. Selain itu, Prabowo juga melantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden.
Adapun pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2024. Setelah dilantik, lima anak buah Prabowo jadi sorotan. Siapa saja?
Baca juga: Menanti Gebrakan 100 Hari Pertama Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
1. Yusril Ihza Mahendra

Foto/Dok SINDOnews
Dia menjabat Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Pernyataan politikus Partai Bulan Bintang (PBB) mengenai kerusuhan 1998 jadi sorotan publik.
Yusril menyatakan bahwa tidak ada kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi beberapa tahun terakhir. Termasuk dalam peristiwa kerusuhan Mei 1998 yang berdampak pada tumbangnya Orde Baru.
Hal tersebut disampaikan Yusril saat menanggapi permasalahan HAM yang akan menjadi fokus di kementeriannya usai dilantik menjadi Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. "Selama beberapa tahun terakhir tidak terjadi kasus pelanggaran HAM yang berat," kata Yusril di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Yusril pun mengklarifikasi pernyataannya soal peristiwa 1998. Sebelumnya, ia menyebut tragedi yang berujung tumbangnya Orde Baru itu bukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.
Yusril menjelaskan ulang pernyataannya kepada awak media sebelum pelantikan menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024).
"Ya semuanya nanti kita lihat apa yang direkomendasikan oleh Komnas HAM kepada pemerintah. Karena kemarin tidak begitu jelas apa yang ditanyakan kepada saya apakah terkait masalah genocide ataukah ethnic cleansing? Kalau memang dua poin itu yang ditanyakan, memang tidak terjadi pada waktu 1998," kata Yusril kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
2. Yandri Susanto

Foto/Dok SINDOnews
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang menjabat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ini juga menjadi sorotan publik. Betapa tidak, Yandri menggunakan kop dan stempel kementerian untuk undangan Haul ibundanya, sekaligus hari Santri dan Tasyakuran.
Surat edaran dari Yandri Susanto berisikan arahan untuk para kepala desa di wilayah Kramat Watu, Serang, Banten untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Hal itu diketahui dari unggahan Mantan Menko Polhukam Mahfud MD di akun X (sebelumnya Twitter).
Terlihat surat tersebut ditanda tangani oleh Yandri pada 21 Oktober 2024 atau bertepatan dengan hari dia dilantik sebagai Menteri oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat itu, acara haul dilaksanakan pada hari ini 22 Oktober 2024 pagi di Pondok Pesantren BAI Mahdi Sholeh Ma’mun.
Mahfud pun memberikan saran kepada Yandri atas ada surat tersebut. “Saran hari ke-2 kpd Menteri Desa. Kalau benar surat di bwh ini dari Menteri, maka ini keliru,” kata Mahfud di akun X-nya @mohmahfudmd, Selasa (22/10/2024).