Isu Calon Boneka di Pilkada, Pengamat: Sama Saja Menipu Masyarakat
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa mendapatkan dukungan mayoritas. Paslon ini didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, Gerindra, dan Partai Amanat Nasional.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) awalnya berniat memunculkan satu paslon untuk melawan Gibran-Teguh. Namun, kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang berjumlah 5 tidak cukup untuk mencalonkan jagoannya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah partainya telah memunculkan calon boneka di Solo. “PDIP tidak pernah merencanakan adanya calon-calon boneka,” ucapnya.
Pada tahun 2015, sempat beredar kabar ada “barter politik” antara PDIP dan Demokrat untuk Pilkada Kota Surabaya dan Kabupaten Pacitan. Di Surabaya, pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana nyaris tidak memiliki lawan.
Di Pacitan, petahana Indartato-Yudi Sumbogo yang merupakan jagoan Demokrat pun tak ada lawan. Saat itu, pilkada dengan calon tunggal tidak diperbolehkan.
Sempat beredar kabar, PDIP akan memunculkan calon di Pacitan. Timbal baliknya, Demokrat mengusung calonnya di Surabaya. Pilkada di dua daerah itu nyaris diundur, tetapi akhirnya tetap berlangsung.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) awalnya berniat memunculkan satu paslon untuk melawan Gibran-Teguh. Namun, kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang berjumlah 5 tidak cukup untuk mencalonkan jagoannya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah partainya telah memunculkan calon boneka di Solo. “PDIP tidak pernah merencanakan adanya calon-calon boneka,” ucapnya.
Pada tahun 2015, sempat beredar kabar ada “barter politik” antara PDIP dan Demokrat untuk Pilkada Kota Surabaya dan Kabupaten Pacitan. Di Surabaya, pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana nyaris tidak memiliki lawan.
Di Pacitan, petahana Indartato-Yudi Sumbogo yang merupakan jagoan Demokrat pun tak ada lawan. Saat itu, pilkada dengan calon tunggal tidak diperbolehkan.
Sempat beredar kabar, PDIP akan memunculkan calon di Pacitan. Timbal baliknya, Demokrat mengusung calonnya di Surabaya. Pilkada di dua daerah itu nyaris diundur, tetapi akhirnya tetap berlangsung.
Lihat Juga :