Raih Penghargaan KLHK, Hashim: Dorongan untuk Terus Membuktikan Komitmen Iklim
Kamis, 17 Oktober 2024 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Hashim akan menjadi Utusan Khusus Presiden dalam UN Climate Change Conference di Baku Azerbaijan, November 2024 nanti. Dia telah menerima sejumlah penghargaan atas kontribusinya di bidang lingkungan, warisan budaya, dan filantropi.
Beberapa di antaranya Penghargaan Kalpataru 2014 sebagai Pelestari Lingkungan untuk usahanya dalam konservasi hutan dan satwa liar di Indonesia. Terutama melalui perusahaannya yang terlibat dalam pelestarian harimau Sumatra dan orangutan Kalimantan. Baca juga: Venezuela Kehilangan Semua Gletsernya, Pertanda Krisis Iklim Global Semakin Nyata
Pada 2017, Hashim menerima Tanda Kehormatan Saytalancana Wira Karya dari Presiden Jokowi. Penghargaan ini diperuntukan bagi para inovator-inovator lingkungan, kehutanan, dan perubahan iklim.
Hashim Kembali menerima penghargaan dari KLHK pada 2019. Kali ini sebagai pejuang pelestari satwa liar atas dorongannya membangun pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar kebanggaan Indonesia.
Selain itu, pada 2011, ia juga diakui sebagai Hero of Philanthropy oleh Forbes Asia atas perannya dalam mendirikan Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Yayasan ini berfokus pada pelestarian budaya dan lingkungan, serta mendukung berbagai inisiatif sosial, termasuk konservasi situs bersejarah dan program beasiswa di Indonesia.
Beberapa di antaranya Penghargaan Kalpataru 2014 sebagai Pelestari Lingkungan untuk usahanya dalam konservasi hutan dan satwa liar di Indonesia. Terutama melalui perusahaannya yang terlibat dalam pelestarian harimau Sumatra dan orangutan Kalimantan. Baca juga: Venezuela Kehilangan Semua Gletsernya, Pertanda Krisis Iklim Global Semakin Nyata
Pada 2017, Hashim menerima Tanda Kehormatan Saytalancana Wira Karya dari Presiden Jokowi. Penghargaan ini diperuntukan bagi para inovator-inovator lingkungan, kehutanan, dan perubahan iklim.
Hashim Kembali menerima penghargaan dari KLHK pada 2019. Kali ini sebagai pejuang pelestari satwa liar atas dorongannya membangun pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar kebanggaan Indonesia.
Selain itu, pada 2011, ia juga diakui sebagai Hero of Philanthropy oleh Forbes Asia atas perannya dalam mendirikan Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Yayasan ini berfokus pada pelestarian budaya dan lingkungan, serta mendukung berbagai inisiatif sosial, termasuk konservasi situs bersejarah dan program beasiswa di Indonesia.
(poe)
Lihat Juga :