Upgrade Pesawat F-16 Habiskan USD12 juta, Bappenas: Hemat Anggaran
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Suharso menyebutkan, salah satu teknologi yang paling canggih dari pesawat tempur ini adalah radarnya. Keberadaan radar tersebut menjadi game changer.
"Karena ini menyangkut pemeliharaan dan perawatan serta penguasaan teknologi, kita bisa peroleh ketika ada game changer di sini ikut serta sehingga terjadi upgrading kemampuan teknis dari SDM Indonesia. Dengan demikian pesawat-pesawat lain sejenis bisa kita lakukan," katanya.
Disinggung mengenai kesiapan TNI AU memperbarui pesawat sejenis dari negara-negara lain pengguna F-16, Suharso mengaku tergantung kepada pemilik teknologi.
"Itu tergantung perjanjian, karena kita tidak diberikan license. Jadi dengan sendirinya itu adalah milik dari pemilik teknologinya," kata Suharso.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, program ini merupakan suatu investasi besar dalam pembinaan sumber daya manusia (SDM) karena ada loncatan teknologi yang dikuasai dalam pemeliharaan pesawat baik struktur, avionik maupun persenjataan.
"Proyek ini dikerjakan penuh oleh teknisi Indonesia didampingi supervisor dari Lockheed Martin, Amerika Serikat. TAapi kita turun langsung. Yang mengerjakan kita. Jadi kami sangat bersyukur dengan adanya proyek ini," katanya.
"Karena ini menyangkut pemeliharaan dan perawatan serta penguasaan teknologi, kita bisa peroleh ketika ada game changer di sini ikut serta sehingga terjadi upgrading kemampuan teknis dari SDM Indonesia. Dengan demikian pesawat-pesawat lain sejenis bisa kita lakukan," katanya.
Disinggung mengenai kesiapan TNI AU memperbarui pesawat sejenis dari negara-negara lain pengguna F-16, Suharso mengaku tergantung kepada pemilik teknologi.
"Itu tergantung perjanjian, karena kita tidak diberikan license. Jadi dengan sendirinya itu adalah milik dari pemilik teknologinya," kata Suharso.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, program ini merupakan suatu investasi besar dalam pembinaan sumber daya manusia (SDM) karena ada loncatan teknologi yang dikuasai dalam pemeliharaan pesawat baik struktur, avionik maupun persenjataan.
"Proyek ini dikerjakan penuh oleh teknisi Indonesia didampingi supervisor dari Lockheed Martin, Amerika Serikat. TAapi kita turun langsung. Yang mengerjakan kita. Jadi kami sangat bersyukur dengan adanya proyek ini," katanya.
(dam)
Lihat Juga :