Jaga Stabilitas Nasional di Awal Pemerintahan, Prabowo Diharapkan Tak Ganti Kapolri
Selasa, 08 Oktober 2024 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Keempat alasan geologis yakni, ancaman gempa megathrust yang dipastikan berdampak multisektoral sehingga menjadi alarm bagi stabilitas nasional. Kelima yakni, kinerja Polri yang sangat baik di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Hasil survei Puslitbang Polri menunjukkan adanya kenaikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri sebesar 4,79%. Dari 80,98% pada 2020 menjadi 85,77% pada 2023,” paparnya.
Hasil riset lembaga internasional 2023 menunjukkan Polri melakukan lompatan kinerja signifikan dengan naik 21 peringkat dibanding sebelumnya. Dari peringkat ke-84 menjadi peringkat ke-63. Riset ini digelar oleh International Police Science Association (IPSA) berkolaborasi dengan Institute for Economics and Peace (IEP). IPSA dan IEP mengukur kemampuan kepolisian suatu negara dalam menjaga keselamatan anggotanya maupun keamanan dan ketertiban masyarakat.
Alasan keenam yakni, inovasi dan terobosan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tercipta legacy bagi kelompok rentan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus bagi jajarannya. Di antara inovasi dan terobosan yang dilakukan adalah pembentukan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO).
Alasan terakhir yakni, usia Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang akan masuk pensiun pada 2027. Artinya, usia kerjanya masih cukup panjang. Haidar menyebut kerugian besar membiarkan sinar terangnya redup dengan pensiun dini atau mengangkatnya menjadi Menteri atau Kepala Lembaga.
"Posisi Kapolri untuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah "the right place for the right person at the right time," ucapnya.
“Hasil survei Puslitbang Polri menunjukkan adanya kenaikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri sebesar 4,79%. Dari 80,98% pada 2020 menjadi 85,77% pada 2023,” paparnya.
Hasil riset lembaga internasional 2023 menunjukkan Polri melakukan lompatan kinerja signifikan dengan naik 21 peringkat dibanding sebelumnya. Dari peringkat ke-84 menjadi peringkat ke-63. Riset ini digelar oleh International Police Science Association (IPSA) berkolaborasi dengan Institute for Economics and Peace (IEP). IPSA dan IEP mengukur kemampuan kepolisian suatu negara dalam menjaga keselamatan anggotanya maupun keamanan dan ketertiban masyarakat.
Alasan keenam yakni, inovasi dan terobosan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tercipta legacy bagi kelompok rentan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus bagi jajarannya. Di antara inovasi dan terobosan yang dilakukan adalah pembentukan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO).
Alasan terakhir yakni, usia Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang akan masuk pensiun pada 2027. Artinya, usia kerjanya masih cukup panjang. Haidar menyebut kerugian besar membiarkan sinar terangnya redup dengan pensiun dini atau mengangkatnya menjadi Menteri atau Kepala Lembaga.
"Posisi Kapolri untuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah "the right place for the right person at the right time," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :